Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Headline » Bandung Raya Banjir Berulang, Dedi Mulyadi Soroti Rusaknya Tata Kelola Lingkungan

Bandung Raya Banjir Berulang, Dedi Mulyadi Soroti Rusaknya Tata Kelola Lingkungan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025

Jabarin.id – Banjir yang melanda Kabupaten Bandung disebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai akibat dari rusaknya tata kelola lingkungan yang dibiarkan berlangsung lama. Ia menegaskan, penanganan banjir tidak akan efektif tanpa upaya serius memulihkan fungsi alam, terutama di wilayah hulu dan daerah aliran sungai.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat hendak meninjau lokasi banjir di Kabupaten Bandung, Senin, 8 Desember 2025. Menurutnya, bantuan darurat hanya bersifat sementara jika tidak dibarengi perubahan dalam pengelolaan ruang dan konservasi lingkungan.

Dedi menjelaskan, wilayah Bandung yang berada di cekungan seharusnya dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Namun kondisi itu diperparah oleh alih fungsi lahan di bagian hulu sungai yang kini banyak berubah menjadi kebun sayur, serta sungai-sungai yang mengalami sedimentasi dan penyempitan akibat bangunan liar.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga daerah aliran sungai sebagai bagian dari sistem alami pengendali banjir. Tanpa konservasi, air hujan yang seharusnya terserap justru langsung meluap ke kawasan permukiman.

Dedi mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bandung yang menghentikan sejumlah izin perumahan dan permukiman yang dinilai berisiko terhadap lingkungan. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah awal untuk memulihkan keseimbangan alam di Bandung Raya.

Dedi meminta seluruh kepala daerah di kawasan Bandung Raya untuk menempatkan konservasi lingkungan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan. Ia mengingatkan, pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam hanya akan memperparah risiko bencana.

“Alam sudah memberi peringatan kepada kita. Kalau tidak berbenah dari sekarang, banjir bisa kembali terjadi dengan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, banjir di Jawa Barat tidak akan selesai hanya dengan bantuan darurat, melainkan dengan perubahan tata ruang dan komitmen bersama untuk menjaga dan memulihkan lingkungan.

expand_less