Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Sosial » Wagub Jabar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan Suku Sunda

Wagub Jabar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penghinaan Suku Sunda

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jum, 12 Des 2025

Jabarin – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta kepolisian segera bertindak cepat menangkap Adimas Firdaus, pemilik akun Instagram Resbob, yang diduga menghina Suku Sunda dalam sebuah unggahan yang viral.

Erwan menilai pernyataan tersebut melukai masyarakat Sunda dan berbahaya karena sudah masuk kategori SARA yang berpotensi memicu ketegangan sosial.

“Ini sudah SARA. Saya ingin kepolisian segera menangkapnya. Ini berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Proses hukum harus berjalan agar memberi efek jera dan tidak ada lagi yang menghina suku mana pun,” kata Erwan, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan Indonesia dibangun atas keragaman, termasuk dalam keluarga yang umumnya terdiri dari beragam latar belakang suku. Karena itu, menurutnya, ujaran kebencian terhadap identitas kelompok tidak boleh dibiarkan.

“Harus saling menghormati di NKRI ini. Saya percaya polisi segera bertindak agar tidak melebar,” ujarnya.

Erwan mengaku secara pribadi marah atas ujaran yang dilontarkan Adimas, namun ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing dan membalas dengan kebencian terhadap suku mana pun.

“Saya yang terlahir dari Suku Sunda sangat terhina dan marah. Tapi kita tidak boleh dendam ke sukunya,” ucapnya.

Adimas dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh Viking Persib Club atas dugaan ujaran kebencian. Laporan tersebut dibuat kuasa hukum Viking, Ferdy Rizki, ke Direktorat Reserse Siber Polda Jabar.

“Tadi malam kami sudah membuat laporan polisi terkait ujaran kebencian yang viral. Saya ditugaskan langsung Ketua Viking untuk membuat laporan,” kata Ferdy.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan laporan tersebut. Ia memastikan polisi telah mengidentifikasi akun pelaku dan mulai melakukan penyelidikan.

“Kami sudah profiling akun pelaku hate speech terhadap Viking dan warga Jabar. Penyelidikan sedang berjalan,” ujar Hendra.

expand_less