Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Sosial » JAGATARA Konsolidasi di Lebak, Rumuskan Program Berbasis Kebutuhan Warga

JAGATARA Konsolidasi di Lebak, Rumuskan Program Berbasis Kebutuhan Warga

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026

Jabarin – Upaya memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan lokal mendorong organisasi kemasyarakatan JAGATARA menggelar sosialisasi dan konsolidasi di Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara pengurus organisasi, tokoh masyarakat, hingga kelompok akar rumput untuk merumuskan program kerja berbasis kebutuhan warga.

Acara yang digelar di Desa Margawangi, Kecamatan Leuwidamar, Sabtu (17/1/2026), dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pengurus pusat hingga daerah, aparat pemerintah setempat, tokoh agama, pemuda, kelompok tani, serta kader posyandu.

Ketua DPC JAGATARA Lebak, Iton Rustandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal organisasi dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal. Ia menilai ruang partisipasi warga dalam pembangunan harus terus dibuka dan diperkuat.

“Kebebasan berorganisasi adalah hak konstitusional. Ini bukti bahwa masyarakat diberi ruang untuk terlibat aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPD JAGATARA Banten, Sujono, yang menekankan pentingnya komunikasi antara pengurus organisasi dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar simbol.

Sosialisasi juga diisi pemaparan Wakil Ketua Umum DPP JAGATARA, Mujianto Wiji, yang menjelaskan arah gerak organisasi. Ia menyebut JAGATARA lahir sebagai respons atas maraknya narasi pesimistis di ruang publik, dengan menawarkan pendekatan yang lebih konstruktif dan solutif.

“Alih-alih melawan narasi negatif secara frontal, kami memilih menghadirkan kegiatan nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” kata Mujianto.

Dalam forum diskusi, sejumlah isu strategis dibahas dan diturunkan menjadi rencana program kerja. Bidang kesehatan dan gizi menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan lansia serta pendampingan ibu hamil untuk pencegahan stunting, dengan melibatkan kader posyandu setempat.

Sementara itu, bidang hukum dan kerja sama lembaga menggagas program penyuluhan hukum dan pencegahan narkoba yang menyasar kalangan pemuda, bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Di sektor ekonomi, pembahasan difokuskan pada penguatan UMKM lokal melalui perluasan jaringan pasar. Sedangkan di bidang pariwisata, muncul gagasan pembentukan “Jagatara Baduy Guide” sebagai upaya mendorong pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal di kawasan Baduy.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke wilayah Baduy di Ciboleger. Selain menjadi ajang kebersamaan, kunjungan ini dimaknai sebagai refleksi atas pentingnya menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam, nilai yang disebut sejalan dengan visi JAGATARA dalam merawat keutuhan Nusantara.

expand_less