KDM Pastikan Beasiswa Siswa Swasta Masuk Lewat Pergeseran APBD 2026
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026

Jabarin – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan anggaran beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta tetap disiapkan dalam APBD Jawa Barat 2026, meski belum tercantum dalam postur awal anggaran.
Menurut Dedi, alokasi bantuan tersebut akan dimasukkan melalui mekanisme pergeseran anggaran (APBD perubahan) karena Pemprov Jabar masih menunggu data final calon penerima beasiswa pada tahun ajaran 2026/2027.
Ia menjelaskan, kepastian jumlah siswa tidak mampu yang masuk ke SMA/SMK swasta baru bisa diketahui setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) berlangsung.
“Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni–Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027,” tegas KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Selasa (3/2/2026).
Dedi menekankan, data penerima yang valid menjadi dasar utama dalam menentukan besaran anggaran yang digeser. Tanpa data tersebut, ia menilai penganggaran berpotensi tidak tepat sasaran.
Sebelumnya, Komisi V DPRD Jawa Barat menyoroti belum adanya alokasi beasiswa bagi siswa miskin di SMA dan SMK swasta dalam APBD 2026. Komisi V kemudian mendorong Pemprov Jabar melakukan pergeseran anggaran agar program tersebut tetap berjalan.
Merespons hal itu, Pemprov Jabar berkomitmen menyiapkan total anggaran beasiswa sebesar Rp218 miliar. Rinciannya, Rp150 miliar untuk beasiswa operasional sekolah swasta dan Rp68 miliar untuk beasiswa personal siswa.
Anggaran ini diharapkan bisa memastikan siswa dari keluarga tidak mampu tetap mendapat akses pendidikan di SMA/SMK swasta tanpa terbebani biaya.







