BPS: Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Jawa Barat
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025

Jabarin.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi ini. Berdasarkan data Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada lulusan SMK mencapai 12,81 persen.
Pelaksana tugas Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding lulusan dari jenjang pendidikan lainnya. Sementara itu, tingkat pengangguran terendah tercatat pada lulusan Diploma I/II/III, yaitu sebesar 2,94 persen.
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2024, TPT lulusan Diploma I/II/III mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 2,82 poin persentase. Sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada jenjang Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 0,14 poin,” kata Darwis.
BPS mencatat adanya perubahan pola distribusi pengangguran menurut pendidikan terakhir. Pada Agustus 2025, jumlah pengangguran dari kelompok pendidikan SD ke bawah meningkat, sementara pengangguran dari lulusan SMP menurun.
Selama tiga tahun terakhir, lulusan SMK masih mendominasi struktur pengangguran di Jawa Barat dengan porsi 34,09 persen. Di bawahnya, terdapat lulusan Diploma I/II/III sebesar 0,84 persen dan lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 7,57 persen.
Dari sisi gender, tingkat pengangguran laki-laki tercatat sebesar 6,92 persen, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang berada di angka 6,51 persen. Dibanding tahun sebelumnya, TPT laki-laki turun 0,20 poin, sedangkan TPT perempuan naik 0,38 poin.
Perbedaan juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan mencapai 7,19 persen—lebih tinggi dibanding perdesaan yang sebesar 4,92 persen. TPT di kota mengalami kenaikan 0,21 poin dari tahun sebelumnya, sedangkan di desa justru turun 0,92 poin.







