Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Lingkungan » Dedi Mulyadi Kukuh Minta Teras Cihampelas Dibongkar, Nilai Ganggu Estetika

Dedi Mulyadi Kukuh Minta Teras Cihampelas Dibongkar, Nilai Ganggu Estetika

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025

Jabarin – Gubernur Jawa Barat Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai keberadaan Teras Cihampelas justru menutupi ekosistem ekonomi lama yang sudah tumbuh di kawasan tersebut. Ia menyebut pembongkaran menjadi opsi yang realistis jika melihat dampaknya terhadap estetika kota dan keberlanjutan kawasan.

Penilaian itu disampaikan Dedi berdasarkan pengalamannya sebagai warga Kota Bandung yang hampir setiap hari melintasi Jalan Cihampelas.

“Saya bicara sebagai warga Kota Bandung. KTP saya Kota Bandung, bukan sebagai gubernur,” ujar Dedi dalam video dalam wawancara yang dilihat dari unggahan Instagramnya, Rabu (17/12).

Menurutnya, jauh sebelum proyek skywalk dibangun, kawasan Cihampelas telah memiliki denyut ekonomi yang kuat. Hotel, restoran, pusat kuliner, hingga outlet fesyen sudah lama hidup dan menjadi identitas kawasan.

“Cihampelas itu sudah ekonomi. Sudah hidup. Ada hotel, restoran, outlet yang rapi. Tapi setelah ada Teras Cihampelas, semuanya jadi tidak kelihatan,” katanya.

Dedi menilai struktur besi Teras Cihampelas menjadi penghalang visual bangunan di sekitarnya. Upaya pengecatan atau penataan ulang dinilai tidak menyelesaikan persoalan utama, yakni kerusakan estetika kota.

“Walaupun dicat kanan-kiri, besi-besi itu tetap jadi penghalang pandangan. Estetika kota rusak,” ujarnya.

Ia juga meragukan keberlanjutan fungsi Teras Cihampelas jika hanya diperbaiki atau diaktifkan kembali sebagai ruang jualan. Menurutnya, langkah tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengulang masalah yang sama.

“Kalaupun dicat lagi, dibikin jualan lagi, enggak akan lama bertahan. Secara estetika sudah tidak cocok,” tegasnya.

Pernyataan Dedi Mulyadi menguatkan wacana Pemerintah Kota Bandung yang tengah mengkaji pembongkaran Teras Cihampelas. Pemkot saat ini masih menunggu hasil kajian teknis dan uji struktur sebagai dasar pengambilan keputusan akhir.

expand_less