Rabu, 7 Jan 2026
light_mode
Tags
Beranda » Kebijakan » Dedi Mulyadi Mulai “Bedah Blok” DAS Jabar, Marinir Siap Kawal Penertiban

Dedi Mulyadi Mulai “Bedah Blok” DAS Jabar, Marinir Siap Kawal Penertiban

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) bakal dipercepat lewat pendekatan baru: penanganan per blok. Strategi ini ia beberkan dalam rapat koordinasi penataan DAS hingga marka jalan nasional dan gerbang tol di Kantor Bupati Karawang, Jumat (14/11/2025).

“Kita mau percepatan eksekusi. Ada masalah, langsung bereskan. Tahun ini, misalnya, dari Bekasi sampai Bogor saya selesaikan dalam satu blok,” kata KDM, menegaskan perubahan ritme kerja yang ingin ia dorong.

KDM menyoroti empat wilayah yang selama ini paling berat menanggung persoalan air dan banjir: Subang, Karawang, Bekasi, dan Bogor. Kawasan itu akan menjadi prioritas dalam penataan, sekaligus menjadi model pelaksanaan sistem blok yang ia canangkan.

Untuk menjaga tempo, ia meminta BBWS dan Perum Jasa Tirta II menyerahkan rencana penanganan baik untuk sisa anggaran 2025 maupun program 2026. “Semua harus sinkron dari awal. Kalau tidak, kerjanya lompat-lompat,” ujarnya.

Di sisi anggaran, KDM menekankan cara baru yang menurutnya jauh lebih efisien: memperkuat armada peralatan dan operator ketimbang menggelar proyek normalisasi skala besar. “Kami sanggup membeli alat berat sebanyak-banyaknya. Dengan alat, operator, dan BBM yang cukup, efisiensinya bisa sampai 70 persen,” katanya.

Penertiban bangunan liar di sepanjang sungai juga akan digencarkan. KDM menyebut pemasangan patok batas akan dikerjakan PJT II dan PSDA dengan pengawalan Pemprov Jabar. Pengamanan lapangan akan melibatkan Marinir agar eksekusi berjalan tanpa hambatan.

Namun pekerjaan fisik bukan satu-satunya fokus. KDM juga menyoroti maraknya alih fungsi tanah negara di kawasan DAS. Ia memastikan langkah hukum tidak akan menunggu lama. “Minggu depan saya ke Kejaksaan Agung, ketemu Jampidsus. Kita minta pendampingan dan penyelidikan. Kalau tidak serius, ini cuma ramai sebentar lalu hilang lagi. Saya ingin ini tuntas,” tegasnya.

expand_less