Rabu, 7 Jan 2026
light_mode
Tags
Beranda » Headline » Dedi Mulyadi Perketat Izin Lingkungan, Selektif pada Proyek Berisiko

Dedi Mulyadi Perketat Izin Lingkungan, Selektif pada Proyek Berisiko

  • account_circle jabarin
  • calendar_month Ming, 16 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan membuka ruang bagi investasi yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Ia menyatakan pemerintah provinsi akan lebih selektif dalam menilai proyek yang ingin masuk ke wilayahnya.

“Industri dengan risiko lingkungan tinggi tidak boleh beroperasi di Jawa Barat,” ujar Dedi dalam keterangan resmi, Sabtu (15/11/2025).

Untuk memastikan kebijakan itu berjalan, Dedi menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperketat proses perizinan, termasuk audit serta persetujuan UKL-UPL. Ia meminta DLH menolak izin bagi proyek yang dinilai mengancam keberlanjutan alam.

Menurutnya, perlindungan lingkungan justru akan menjadi daya tarik bagi investor yang ingin menanamkan modal di Jawa Barat. “Percuma ada investasi kalau Sungai Citarum tetap tercemar,” kata Dedi.

Investasi Jabar Tumbuh Pesat, Serap Lebih dari 300 Ribu Tenaga Kerja

Dilansir dari Liputan6, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, melaporkan realisasi investasi di provinsi itu terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–September 2025, nilai investasi mencapai Rp218,2 triliun atau sekitar 15,2 persen dari total nasional.

Capaian tersebut meningkat 18 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencatat Rp184,89 triliun.

“Pertumbuhan ini diharapkan berlanjut seiring masuknya investasi ke kawasan industri seperti Rebana, Bekasi, dan Bandung Raya,” ucap Dedi Taufik.

Peningkatan investasi juga berdampak pada perluasan kesempatan kerja. Hingga kuartal ketiga 2025, penyerapan tenaga kerja mencapai 303.469 orang, naik 4,45 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari jumlah itu, 175.385 pekerja berasal dari proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sementara 128.084 lainnya terserap melalui Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor manufaktur dan jasa penunjang industri masih menjadi penyumbang terbesar perekrutan tenaga kerja.

expand_less