Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Lingkungan » Dedi Mulyadi Uji Coba Jerami Jadi Bahan Bakar Traktor di Lembur Pakuan

Dedi Mulyadi Uji Coba Jerami Jadi Bahan Bakar Traktor di Lembur Pakuan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan uji coba pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin traktor di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Inisiatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah pertanian menjadi sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Dedi memantau langsung proses pengujian mesin traktor diesel yang dijalankan dengan bahan bakar berbasis jerami. “Ini kita lagi uji coba di Lembur Pakuan, pakai mesin traktor dengan bahan bakar dari jerami,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Dedi menjelaskan, uji coba ini dilakukan untuk menilai sejauh mana limbah jerami bisa diolah menjadi bahan bakar bernilai guna tinggi.

“Kalau nanti berhasil, berarti jerami di sawah-sawah daerah Lembur Pakuan ini bisa diproses, diekstraksi jadi bahan bakar,” kata Dedi.

Ia menegaskan, jerami yang selama ini dianggap limbah pertanian justru menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi energi alternatif.

“Dua minggu lagi panen. Kalau sudah panen, jerami itu nggak usah dibuang. Kita langsung kerja sama dengan warga buat dijadikan bahan bakar,” tuturnya.

Menurut Dedi, pengembangan awal proyek ini tidak akan melibatkan lembaga pemerintah. Pendanaan dan pengujian awal akan dibiayai secara pribadi melalui lembaga yang ia dirikan sendiri.

“Nggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, pakai lembaga KDM aja,” ucapnya sambil tertawa.

Ia berharap inovasi ini bisa memberi manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mengurangi limbah pertanian di desa-desa.

“Kalau berhasil, petani nggak cuma hasilkan padi, tapi juga energi. Dari jerami yang biasanya dibakar, bisa jadi bahan bakar yang bernilai jual,” tambah Dedi.

Uji coba jerami sebagai bahan bakar ini menjadi langkah awal bagi Jawa Barat dalam mengembangkan teknologi energi terbarukan berbasis potensi lokal.

Pemerintah provinsi menilai, inovasi di tingkat desa seperti ini bisa menjadi bagian penting dari upaya menekan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi hijau di wilayah pertanian.

expand_less