Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Kebijakan » Dedi Mulyadi Usulkan Hukuman Edukatif bagi Siswa Nakal: “Disiplin Itu Bisa Tanpa Kekerasan”

Dedi Mulyadi Usulkan Hukuman Edukatif bagi Siswa Nakal: “Disiplin Itu Bisa Tanpa Kekerasan”

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan pendekatan baru dalam pemberian sanksi bagi siswa yang berperilaku nakal di sekolah. Menurutnya, hukuman tidak harus berupa kekerasan fisik, melainkan bisa diganti dengan kegiatan positif yang bersifat mendidik.

“Sekolah harus tegas, tapi jangan sampai memukul. Risikonya terlalu tinggi. Sanksi bisa berupa kerja sosial atau latihan akademik, itu mendidik, bukan menyakiti,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

Dedi menyebut, bentuk hukuman seperti memungut sampah, memotong rumput, mengecat kelas, atau mengerjakan latihan tambahan bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab tanpa melukai. Ia menilai disiplin seharusnya menjadi proses pembelajaran, bukan ketakutan.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi siswa yang sudah terlanjur melakukan pelanggaran berat, seperti merokok. “Anak-anak yang merokok harus direhab, bukan digaplok. Dana bagi hasil pajak rokok bisa digunakan untuk program ini,” tambahnya.

Pernyataan Dedi muncul setelah kasus viral di SMP Negeri 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, ketika seorang guru bernama Rana Saputra menampar murid berinisial ZR (16) karena ketahuan bolos dan melompati pagar sekolah. Setelah insiden itu, sang guru menyampaikan penyesalan dan menyatakan akan mengubah pendekatan disiplin sesuai arahan gubernur.

“Ke depan, cukup dengan kerja sosial. Bersihin toilet, betulin bangku, atau ngecat kelas. Anak tetap disiplin tanpa harus disakiti,” kata Rana.

Kasus tersebut sempat memicu perdebatan antara guru dan orang tua siswa, yang merasa tidak terima anaknya ditampar. Namun, usulan hukuman edukatif dari Gubernur Dedi Mulyadi mendapat dukungan dari banyak pihak yang menilai pendekatan ini dapat mengembalikan wibawa guru tanpa kekerasan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, disiplin, serta manusiawi.

expand_less