Rabu, 7 Jan 2026
light_mode
Tags
Beranda » Budaya » Di West Java Festival, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Kejujuran dan Kreativitas

Di West Java Festival, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Kejujuran dan Kreativitas

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Jabarin.id – Suasana Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu (9/11/2025), terasa lebih hidup. Di antara deretan stan UMKM, karya seni, dan panggung hiburan, langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuri perhatian. Ia datang meninjau langsung pelaksanaan hari kedua West Java Festival (WJF) 2025, menyapa pelaku usaha kecil, seniman, dan komunitas kreatif satu per satu.

Senyum dan sapaan khas Dedi membuat suasana terasa akrab. Tapi di balik itu, ada pesan yang lebih dalam. Bagi Dedi, festival ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ruang besar untuk menumbuhkan ekonomi yang berangkat dari kreativitas dan kerja keras masyarakat.

“Ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif. Yang paling penting, semua orang mau bekerja, apapun pekerjaannya,” ujar Dedi.

Peluang Besar di Sektor Kreatif

Menurut Dedi, banyak masyarakat masih menganggap pekerjaan itu harus berbentuk profesi formal — ASN, TNI, Polri, atau karyawan perusahaan. Pandangan itu, katanya, perlu diubah agar orang lebih terbuka terhadap peluang baru.

“Yang harus kita dorong itu orang berpenghasilan. Bisa saja orang santai di rumah, tapi penghasilannya tinggi lewat industri kreatif. Dari situ lahir produktivitas,” katanya.

Dedi mencontohkan anak-anak muda di Tasikmalaya dan Majalengka yang bekerja membersihkan sungai atau jadi ojek daring. Meski sederhana, pekerjaan seperti itu bagian dari roda ekonomi yang berputar.

“Saya sering ketemu anak muda yang bawa cangkul bersihin sungai, dapat Rp100–150 ribu per hari. Itu kerja. Itu ekonomi rakyat yang tumbuh,” ujarnya.

Dampaknya Terasa ke Pajak Daerah

Bagi Dedi, ekonomi rakyat yang bergerak akan otomatis menggerakkan penerimaan pajak. Tapi, katanya, uang pajak itu harus digunakan dengan jujur dan benar.

“Negara dapat duit dari pajak. Tapi jangan dibawa ke luar negeri. Gunakan untuk jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit. Harus terasa manfaatnya,” tegasnya.

Selama sembilan bulan memimpin Jawa Barat, Dedi mengaku lebih fokus pada bagaimana uang rakyat dibelanjakan dengan tepat sasaran, bukan sekadar bicara soal industri atau pariwisata.

“Pembelian kendaraan turun, tapi pajak justru naik. Artinya, masyarakat percaya pemerintah belanja uangnya dengan benar,” katanya.

Ekonomi Harus Berdiri di Atas Kejujuran

Dedi juga menekankan pentingnya kejujuran sebagai fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

“Pedagang harus jujur. Barang dagangan sampaikan sesuai kualitas. Jangan dilebihkan, jangan dikurangi. Dari kejujuran lahir kepercayaan,” ucapnya.

West Java Festival 2025 menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Bagi Dedi, acara ini adalah cermin semangat warga Jabar yang pantang menyerah dan terus mencari cara baru untuk maju tanpa kehilangan akar budaya dan kejujuran

expand_less