Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Budaya » Dua Tahun Berdiri, Sanggar di Tangsel Ini Sudah Raih Lomba Nasional

Dua Tahun Berdiri, Sanggar di Tangsel Ini Sudah Raih Lomba Nasional

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sab, 6 Des 2025

Jabarin.id – Sanggar tari Puspa Swara Panji di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mencuri perhatian setelah kelompok penarinya meraih juara umum tingkat nasional pada gelaran lomba tari di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2024. Prestasi itu datang dari sanggar kecil yang baru berdiri dua tahun dan dikelola secara swadaya oleh pendirinya, Yuliana Susanti.

“Awalnya saya hanya ingin memfasilitasi anak saya yang suka menari. Lama-lama anak-anak lain ikut dan ternyata berkembang sampai sekarang,” kata Yuliana ditemui di sanggarnya di Pamulang, Jumat (5/12).

Didirikan pada September 2023, Puspa Swara Panji kini memiliki sekitar 40 murid. Mereka dibagi ke dalam kelas dasar, menengah, dan lanjutan berdasarkan kemampuan teknis, bukan usia ataupun tingkat sekolah. “Kami nilai dari fokus dan perkembangan anak. Kalau sudah siap naik tingkat, langsung kami naikkan,” ujar Yuliana.

Materi pelatihan diberikan secara bergilir setiap bulan, mulai dari tarian Jawa, Betawi, hingga Jawa Timur. Dari seluruh materi itu, tarian Betawi menjadi yang paling cepat dikuasai murid. “Anak-anak itu kalau diajarin Betawi cepat sekali nangkepnya. Mungkin karena sudah familiar geraknya,” kata Careyanza Talita Sakhi atau Rere, pelatih muda yang juga putri Yuliana.

Selain Rere, sanggar ini juga dibantu oleh pelatih muda lainnya, Anisa Azzahra. Keduanya merupakan generasi yang tumbuh bersama lingkungan sanggar dan kini mengambil peran sebagai pengajar. “Yang penting mereka siap mengajar dan punya dasar. Selebihnya kami belajar sambil berjalan,” kata Yuliana mengenai peran kedua pelatih tersebut.

Rere mengaku telah menekuni tari sejak kecil dan ingin membagikan pengalamannya kepada murid-murid yang lebih muda. “Saya memang suka nari dari kecil. Orang tua selalu dukung, jadi saya pengin berbagi apa yang saya bisa ke adik-adik di sini,” ujarnya.

Selain mengikuti berbagai kompetisi, murid-murid sanggar ini juga kerap tampil di pentas seni sekolah, acara perpisahan, hingga beberapa kegiatan masyarakat. Puspa Swara Panji beberapa kali bekerja sama dengan penyelenggara pernikahan untuk menampilkan tari tradisional.

Meski jumlah murid bertambah, sanggar ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Ruang latihan yang sempit membuat mereka sesekali harus meminjam ruang publik ketika mempersiapkan penampilan tertentu. “Kalau ada bantuan ruang latihan yang lebih luas dari pemerintah, kami sangat bersyukur. Anak-anak jadi lebih leluasa,” ujar Yuliana.

Ia berharap Puspa Swara Panji dapat terus menjadi ruang berkesenian bagi anak-anak di sekitar Pamulang. “Semoga sanggar kami makin maju dan bermanfaat untuk banyak orang,” kata Yuliana.

expand_less