Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,2 Persen, Dedi Mulyadi Klaim Buah dari Gebrakan 9 Bulan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Sen, 10 Nov 2025

Jabarin.id – Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,2 Persen, Dedi Mulyadi Klaim Buah dari Gebrakan 9 Bulan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada kuartal III tahun 2025. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 5,04 persen, sekaligus menempatkan Jabar di posisi kelima secara nasional.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari berbagai langkah konkret yang dijalankan selama sembilan bulan kepemimpinannya. Salah satu yang ia soroti adalah pembangunan jalan sepanjang 666 kilometer yang dibiayai melalui pajak kendaraan bermotor.
“Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian,” ujar Dedi di Bandung, Sabtu (8/11/2025).
Dedi menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai, kualitas jalan dan irigasi yang baik akan membuka ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke sektor lain.
“Kalau jalannya cepat rusak, maka anggaran pembangunan akan terus kembali ke situ. Akibatnya, tidak ada kesempatan untuk investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Dedi juga menekankan pentingnya transparansi anggaran daerah. Sejak awal menjabat, ia mengklaim telah membuka akses publik terhadap laporan keuangan pemerintah daerah, termasuk kondisi kas daerah yang kini dilaporkannya secara rutin melalui media sosial.
Langkah itu, kata Dedi, ikut memperbaiki iklim investasi di Jawa Barat. Sejumlah kebijakan lain juga dijalankan, seperti pemberantasan premanisme melalui pembentukan satuan tugas, serta penghapusan praktik percaloan tenaga kerja di sektor industri lewat aplikasi NyariGawe.
Menurut data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Jawa Barat pada triwulan III-2025 mencapai Rp77,1 triliun. Angka itu setara dengan 15,7 persen dari total investasi nasional dan meningkat 36,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Investasi tidak hanya soal angka, tapi bagaimana memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat,” kata Dedi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap fokus melaksanakan pembangunan untuk kepentingan masyarakat. “Kritik dan nyinyiran itu kami anggap sebagai pengingat agar kami tetap mawas diri dan tidak jumawa,” ujarnya.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jabar tahun ini ditopang oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, kenaikan produksi padi, serta realisasi investasi baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN).
“Pertumbuhan ekonomi Jabar yang mencapai 5,2 persen berkontribusi sebesar 12,73 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Darwis.







