Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Headline » Irigasi Jebol! Puluhan Hektar Sawah di Sundawenang Sukabumi Terbengkalai, Petani Dua Musim Gagal Tanam

Irigasi Jebol! Puluhan Hektar Sawah di Sundawenang Sukabumi Terbengkalai, Petani Dua Musim Gagal Tanam

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026

Jabarin – Saluran irigasi yang jebol di Kampung Pamatutan, RT 55, RW 23, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dibiarkan tanpa perbaikan selama sekitar empat bulan atau satu kali musim tanam. Kerusakan tersebut terjadi sejak Minggu, 10 Agustus 2025, dan hingga kini belum tertangani.

Saluran irigasi itu berfungsi mengairi puluhan hektare sawah milik dan garapan petani di tiga kampung di Desa Sundawenang. Akibat kerusakan yang berkepanjangan, puluhan petani kembali terancam gagal tanam pada musim tanam berikutnya.

Pantauan Jabarin di lokasi menunjukkan jebolnya saluran irigasi masih menyisakan bekas tanggul di aliran sungai. Kerusakan terjadi akibat pergeseran alur Sungai Cipamatutan yang menggerus tanggul irigasi hingga akhirnya jebol.

Saluran irigasi yang jebol di Sundawenang Sukabumi

 

Nasrullah (32), warga sekaligus petani setempat, mengatakan jebolnya saluran irigasi terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Saat kejadian, sebagian petani tengah memasuki masa penyemaian benih, sementara sebagian lainnya sudah mulai menanam padi di sawah.

“Waktu itu sebagian sawah lagi proses tandur. Setelah irigasi jebol, hasilnya jadi untung-untungan. Tapi banyak juga yang akhirnya gagal panen,” kata Nasrullah.

Ia menjelaskan, pada musim tanam sebelumnya, dampak kerusakan irigasi sempat tertolong oleh intensitas hujan yang masih cukup tinggi. Curah hujan membantu menjaga kelembapan lahan sehingga sebagian sawah tidak sepenuhnya kering meski pasokan air irigasi tidak berfungsi normal.

Namun kondisi tersebut dinilai hanya bersifat sementara. Memasuki musim tanam berikutnya, para petani khawatir ketergantungan pada air hujan tidak lagi mencukupi, terlebih jika curah hujan mulai menurun.

Nasrullah menambahkan, hingga kini tanggul irigasi belum juga diperbaiki meski sejumlah pihak terkait telah beberapa kali meninjau lokasi. Kondisi tersebut membuat musim tanam tahun ini kembali terancam gagal dilakukan.

Saat ini, hamparan sawah di kawasan tersebut tampak menguning dan ditumbuhi ilalang. Sebagian petani memilih memanfaatkan lahan dengan menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, seperti jagung, kangkung, dan jenis sayuran lainnya, sebagai upaya bertahan.

Para petani berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan saluran irigasi agar pasokan air kembali normal. Mereka menilai keberadaan irigasi sangat vital untuk menjaga produktivitas pertanian dan keberlangsungan penghidupan petani.

“Kami berharap irigasi ini segera diperbaiki. Kalau air sudah normal, petani bisa kembali menanam padi dan penghasilan kami juga bisa kembali seperti biasa,” ujar Nasrullah, menandaskan.

Sebagai upaya konfirmasi, redaksi Jabarin telah mencoba menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

expand_less