Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Kebijakan » KDM Akan Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek di Jawa Barat

KDM Akan Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek di Jawa Barat

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rab, 19 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melontarkan gagasan baru terkait pengawasan proyek infrastruktur di provinsi tersebut. Kali ini, ia mengusulkan agar mahasiswa teknik sipil dilibatkan langsung sebagai pengawas lapangan.

Gagasan itu disampaikan KDM saat berada di Gedung Sate, Rabu (19/11). Ia mengaku menemukan sejumlah persoalan saat meninjau berbagai proyek pembangunan di Jawa Barat, terutama terkait kualitas sumber daya manusia yang bertugas sebagai pengawas.

“Temuan kami, konsultannya itu gak ngerti. Bisa jadi konsultan itu merekrut orang-orang yang tidak begitu capable dalam melihat progres pembangunan dan rata-rata sudah tua,” ujarnya.

Karena itu, KDM menilai mahasiswa teknik sipil justru lebih potensial untuk dilibatkan. Selain masih aktif belajar, mereka dinilai lebih teliti dan memiliki keterampilan teknis yang relevan.

“Saya sudah ngomong kemarin dengan Pak Menteri Pendidikan dan dia menyambut baik. Benar juga katanya kalau itu dilaksanakan,” kata KDM.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dapat dirancang sebagai bagian dari praktik lapangan. Selain membantu mengawasi proyek, mahasiswa juga bisa memperoleh honor.

“Misalnya honor pengawasannya Rp250 ribu sehari, kan mereka bisa dapat uang saku tambahan untuk kuliah, sehingga beban orang tuanya menjadi ringan,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar akan menyiapkan nota kesepahaman dengan sejumlah kampus. Penandatanganannya direncanakan dilakukan pekan depan.

KDM juga menyarankan agar pendidikan teknik sipil diperkenalkan sejak tingkat SMK, terutama untuk perhitungan dasar konstruksi.

“Jadi sekolah kejujuran itu tugasnya bisa mengarah ke hitungan proyek. Misal menghitung luas bangunan sekolah, kebutuhan semennya,” katanya.

expand_less