Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Kebijakan » KDM Anjurkan Sekolah Terapkan Belajar Sehari di Luar Kelas demi Edukasi Lingkungan

KDM Anjurkan Sekolah Terapkan Belajar Sehari di Luar Kelas demi Edukasi Lingkungan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rab, 10 Des 2025

Jabarin – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong siswa sekolah di Jawa Barat untuk belajar di luar ruang kelas minimal satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman langsung siswa terhadap lingkungan dan ekologi sejak dini.

Anjuran tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Jawa Barat di Gedung Balairung Rudini IPDN, Kabupaten Sumedang, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurut Dedi, pembelajaran tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Ia menilai alam terbuka justru dapat menjadi ruang pembelajaran yang efektif, khususnya untuk membentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Kalau ada satu hari anak sekolah memakai baju pramuka, saya harap mereka tidak berada di dalam kelas, tetapi belajar di luar. Membersihkan sungai, menanam pohon, dan memahami lingkungan secara langsung,” ujarnya.

Dedi juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk merumuskan kurikulum berbasis ekologi sebagai bagian dari kebijakan pendidikan daerah. Ia menilai pemahaman lingkungan harus menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan pendekatan pendidikan berbasis ekologi saat ini telah mulai diterapkan melalui Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/Kesra tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Menurutnya, nilai-nilai ekologi ditanamkan melalui pendidikan karakter dengan mengenalkan siswa pada pentingnya tanah, air, udara, dan matahari sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, menyampaikan kebijakan pembelajaran luar kelas akan dirumuskan secara lebih terstruktur dan terukur agar dapat diterapkan oleh seluruh satuan pendidikan.

Selain isu kurikulum, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga menyoroti tantangan kekurangan tenaga pengajar. Saat ini, Jawa Barat masih mengalami kekurangan sekitar 3.687 guru di 14 mata pelajaran.

Pemerintah daerah, kata Deden, tengah mengoptimalkan kebijakan peningkatan jam mengajar guru serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, mengingat daerah tidak diperkenankan mengangkat guru honorer.

Kebijakan pembelajaran berbasis ekologi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membentuk pendidikan yang lebih kontekstual sekaligus responsif terhadap isu lingkungan di Jawa Barat.

expand_less