Lama Tertunda, Rekonstruksi Situs Gunung Padang Resmi Dimulai
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Rab, 17 Des 2025

Jabarin – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan dimulainya rekonstruksi Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Senin (15/12/2025). Rekonstruksi ini menandai dimulainya kembali upaya pelestarian situs megalitik yang telah lama tertunda.
Dedi menegaskan, negara memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga dan memulihkan peninggalan sejarah, termasuk memastikan ketersediaan anggaran untuk proses rekonstruksi.
“Negara bertanggung jawab terhadap rekonstruksi peninggalan sejarah. Biaya harus tersedia, dan kalau belum tersedia harus disediakan,” ujar Dedi.
Ia menilai, pelestarian Gunung Padang tidak boleh lagi terhambat oleh perdebatan kewenangan antarinstansi. Menurutnya, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten memiliki kewajiban yang sama dalam menjaga warisan budaya.
“Kita tidak lagi bicara mana kewenangan kementerian, mana kewenangan provinsi atau kabupaten. Seluruhnya adalah hak dan kewajiban kita untuk memelihara. Perbedaannya hanya pada nomenklatur pembiayaan,” katanya.
Dedi menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam pembiayaan rekonstruksi melalui skema anggaran bersama, baik APBN maupun APBD.
Rekonstruksi Gunung Padang, kata Dedi, diharapkan menjadi langkah konkret untuk menghentikan stagnasi pelestarian yang selama ini hanya berhenti pada wacana.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung nilai filosofis Gunung Padang sebagai representasi peradaban masa lalu. Menurutnya, situs tersebut dibangun sebagai ruang refleksi manusia terhadap alam dan kehidupan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menyampaikan bahwa Gunung Padang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, sehingga proses rekonstruksi harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian ilmiah.
Ia menyebut, rekonstruksi diharapkan mampu membuka kembali pemahaman sejarah peradaban masa lalu, sekaligus menjaga keberlanjutan pelestarian situs ke depan.







