Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Headline » Mengenal Si Juhan, Maskot HPN 2026 di Banten

Mengenal Si Juhan, Maskot HPN 2026 di Banten

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026

Jabarin – Peringatan HPN 2026 di Provinsi Banten memiliki ikon visual yang kuat melalui kehadiran Si Juhan sebagai maskot resmi. Sosok ini dirancang untuk merepresentasikan semangat pers Indonesia dengan tema nasional HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

HPN 2026 yang berlangsung pada 6–9 Februari 2026 di Banten menjadi momentum refleksi bagi insan pers di tengah tantangan era digital, disrupsi informasi, serta maraknya misinformasi dan hoaks. Dalam konteks inilah, Si Juhan dihadirkan sebagai simbol nilai-nilai pers yang berintegritas, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.

Si Juhan diwujudkan dalam sosok Badak Jawa atau Badak Bercula Satu, satwa endemik yang dilindungi dan identik dengan ketangguhan serta keteguhan. Pemilihan figur ini merefleksikan harapan agar pers Indonesia tetap kokoh menghadapi tekanan, perubahan teknologi, dan dinamika politik-ekonomi, tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.

Nama Si Juhan merupakan akronim dari Si Jurnalis Handal, yang melambangkan insan pers yang berimbang, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam menyajikan informasi. Maskot HPN 2026 ini juga terinspirasi dari nilai-nilai luhur masyarakat Baduy yang menjunjung kesederhanaan, kejujuran, dan harmoni dengan alam, selaras dengan etika pers.

Secara visual, setiap elemen Si Juhan memiliki makna simbolis. Ikat kepala atau lomar melambangkan penghormatan pada tradisi dan integritas moral. Tangan yang melambai merepresentasikan sikap ramah, inklusif, dan keterbukaan pers terhadap masyarakat.

Ekspresi ceria dan mata yang ekspresif menggambarkan karakter pers yang dekat dengan publik serta peka terhadap aspirasi rakyat. Pena dan buku catatan yang dibawa Si Juhan menjadi simbol tugas utama jurnalistik, yakni mencatat fakta, menghimpun suara masyarakat, dan merekam dinamika zaman secara akurat.

Pangsi hitam yang dikenakan mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati, karakter yang diharapkan melekat pada setiap jurnalis. Sementara tas koja dimaknai sebagai metafora ruang penghimpun informasi dan aspirasi publik yang menjunjung keberlanjutan serta keseimbangan.

Di dalam tas tersebut terselip kartu pers, simbol identitas, otoritas, dan profesionalisme wartawan. Hal ini menegaskan bahwa kebebasan pers dalam HPN 2026 harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan etika.

Kehadiran Si Juhan pada HPN 2026 di Banten menegaskan komitmen pers Indonesia untuk menjaga kualitas informasi, memperkuat kepercayaan publik, serta berkontribusi pada demokrasi yang sehat. Bagi Provinsi Banten sebagai tuan rumah, maskot ini juga menjadi cara menampilkan identitas lokal yang kuat namun tetap relevan dengan ekosistem media modern.

Melalui Si Juhan, HPN 2026 tidak hanya menjadi seremoni nasional, tetapi juga ruang edukasi publik tentang makna pers yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab bagi kemajuan bangsa.

expand_less