Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Budaya » Ngarumat Budaya Desa, YBGS Hadirkan Wayang Golek dan Sendratari di Majalengka

Ngarumat Budaya Desa, YBGS Hadirkan Wayang Golek dan Sendratari di Majalengka

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Ming, 28 Des 2025

Jabarin – Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) bersama Sanggar Seni Campaka Bodas menggelar hiburan rakyat berupa pagelaran wayang golek dan sendratari di Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat seni budaya desa sekaligus ruang ekspresi bagi pelaku seni lokal.

Sejumlah penampilan ditampilkan dalam pagelaran tersebut, di antaranya Sendra Tari Campaka Bodas, Dalang Cilik Jahran-Adi, Nayaga Ngora, Jaipong Annisa Aulia, hingga penampilan pamungkas dari Ki Dalang Ading Bontot.

Acara ini turut dihadiri Ketua Pengawas YBGS Juson Josri Simbolon, Ketua YBGS Murfito Adi, perwakilan Kecamatan Dawuan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Juson Josri Simbolon menilai potensi pelaku seni budaya di Desa Balida sangat besar karena didominasi generasi muda. Menurutnya, hal ini membuka peluang pembinaan karier seni yang panjang ke depan.

Namun demikian, Juson menekankan pentingnya pembinaan yang serius dan konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak agar sanggar seni dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

Ia juga berharap pagelaran seni seperti ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya, khususnya budaya yang hidup dan tumbuh di wilayahnya sendiri.

“Atas nama Badega Garuda Sakti, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat yang telah mendukung acara ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Juson menambahkan, keberadaan anak-anak muda yang masih serius menggeluti budaya Sunda merupakan kekuatan penting dalam menjaga warisan leluhur. Hal tersebut dinilainya sejalan dengan visi Jawa Barat Istimewa yang berpijak pada kebudayaan dan kearifan lokal.

Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi, Juson mengapresiasi generasi muda yang tetap berminat melestarikan seni dan budaya Sunda sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah.

Menurutnya, pagelaran ini bukan sekadar perayaan seni, tetapi juga pengingat akan pentingnya memahami akar budaya sebagai fondasi jati diri masyarakat Jawa Barat.

Ia juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Barat agar para pelaku seni terus bersemangat memelihara kebudayaan, tidak malu menjadi orang Sunda, serta terus menghidupkan pentas seni di desa-desa.

“Budaya adalah identitas dan harta yang harus dijaga dari waktu ke waktu, agar generasi mendatang tumbuh menjadi generasi Jawa Barat Istimewa,” pungkasnya.

expand_less