Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Beranda » Kebijakan » Jakarta-Bandung 1,5 Jam, Kilat Pajajaran Saingan Whoosh?

Jakarta-Bandung 1,5 Jam, Kilat Pajajaran Saingan Whoosh?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025

Jabarin.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meneken MoU dengan PT Kereta Api Indonesia untuk pengembangan besar-besaran infrastruktur perkeretaapian, termasuk proyek ambisius Kilat Pajajaran. Langkah ini memunculkan pertanyaan baru: apakah Jabar tengah menyiapkan pesaing langsung bagi Kereta Cepat Whoosh?

Kesepakatan diteken Gubernur Dedi Mulyadi pada Senin, 25 November 2025, disaksikan Wamenhub dan para kepala daerah se-Jabar. Proyek ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali transportasi berbasis rel yang ramah lingkungan dan terintegrasi lintas wilayah.

Waktu Tempuh Kereta Kilat Pajajaran 1–1,5 Jam: Head-to-Head dengan Whoosh?

Kilat Pajajaran dirancang sebagai kereta cepat konvensional rute Gambir–Bandung dengan target waktu tempuh 1,5 jam. KDM bahkan optimistis bisa ditekan menjadi 1 jam, meski masih butuh kajian lanjutan. Jika skenario ini berjalan, kecepatan Kilat Padjadjaran bakal bersinggungan dengan pasar Whoosh yang melayani Halim–Padalarang.

Direktur Utama PT KAI menyampaikan bahwa studi teknis proyek ini akan dimulai awal 2026.

Investasi Rp 8 Triliun, APBD Jabar Siap Gelontorkan Dana

Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 8 triliun. Pemprov Jabar menyiapkan skema pembiayaan melalui APBD sebesar Rp 2 triliun per tahun mulai 2027 sampai 2030. Target pengerjaan dipatok empat tahun.

Selain Gambir–Bandung, jaringan Kilat Padjadjaran juga dirancang memanjang hingga Banjar lewat Garut dan Tasikmalaya. Bila beroperasi penuh, perjalanan Jakarta–Banjar ditargetkan hanya tiga jam.

Ada Syarat Berhenti: Daerah Wajib Ikut Investasi

KDM menegaskan aturan baru: kabupaten/kota yang ingin dilewati sekaligus disinggahi Kilat Padjadjaran wajib ikut menanamkan investasi jalur. Wilayah yang tak berpartisipasi tidak akan mendapat layanan pemberhentian.

Kabupaten yang tidak ikut investasi dalam pembangunan jalur kereta nyaman Kilat Padjadjaran tidak berhenti di situ keretanya. Lewat. Sampai Bandung saja cukup, kata KDM.

expand_less