Pegunungan Sanggabuana Hadapi Ancaman Bencana akibat Alih Fungsi Lahan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Sel, 9 Des 2025

Jabarin – Pegunungan Sanggabuana kembali mendapat sorotan terkait praktik alih fungsi lahan yang dinilai berpotensi memicu bencana. Peringatan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @sanggabuana yang mempublikasikan kondisi terbaru kawasan pegunungan tersebut, dua hari lalu.
Dalam unggahannya, @sanggabuana menyebut alih fungsi lahan untuk perkebunan dan pertanian masih berlangsung secara masif dengan cara penebangan tegakan hutan. Kondisi itu disebut dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor jika tidak segera dicegah dan dikembalikan pada fungsi ekologisnya.
Pegunungan Sanggabuana berada di wilayah empat kabupaten, yakni Karawang, Purwakarta, Bogor, dan Cianjur. Sejumlah kecamatan yang berada di sekitar kawasan tersebut antara lain Pangkalan, Tegalwaru, Sukasari, Cigununghegar, dan Tanjungsari.
Akun tersebut memperingatkan, kerusakan kawasan hulu Sanggabuana berpotensi menimbulkan dampak bencana hingga ke kawasan permukiman di sekitarnya. Risiko itu disebut bisa terjadi serupa dengan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah lain di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai penguat informasi, @sanggabuana turut mencantumkan sejumlah titik koordinat lokasi yang diklaim mengalami praktik alih fungsi lahan, serta mengajak pihak terkait melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi kehutanan terkait peringatan tersebut serta langkah pengendalian alih fungsi lahan di kawasan Pegunungan Sanggabuana.

