Puluhan Investor Siap Tanam Modal di Jabar Senilai Rp 14,6 Triliun!
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025

Jabarin.id – Menjelang gelaran West Java Investment Summit (WJIS) 2025 di Hotel Pullman Bandung, belasan investor telah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di berbagai sektor dengan nilai investasi mencapai Rp 14,6 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyebut angka tersebut masih berpotensi meningkat. Ia menargetkan seluruh minat investasi dapat terealisasi dalam tiga hingga enam bulan ke depan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
“Angka ini masih bisa bertambah, dan kami menargetkan semua minat investasi ini harus bisa direalisasikan tiga hingga enam bulan ke depan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” kata Dedi di Bandung, Selasa (11/11/2025).
Pada WJIS 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menawarkan 104 proyek investasi senilai Rp 186,29 triliun, terdiri atas 41 proyek siap ditawarkan (ready to offer) dan 63 potensi investasi baru. Menurut Dedi, semakin banyak investasi yang masuk akan membuka lebih banyak lapangan kerja, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia.
“Pak Gubernur ingin ada percepatan dalam rekrutmen SDM yang diperlukan untuk investasi. Investasi ini membantu pertumbuhan ekonomi di Jabar,” ujarnya.
Pemprov Jabar juga menyiapkan berbagai stimulus dan kemudahan bagi para investor agar nyaman berinvestasi, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga pemberian insentif di kawasan industri.
“Pak Gubernur juga memberikan stimulus atau relaksasi. Beliau sangat konsen terhadap investasi. Urusan premanisme atau pungutan di desa sudah dibereskan,” tutur Dedi.
Ia menambahkan, konektivitas infrastruktur di Jawa Barat semakin siap mendukung investasi. “Semua infrastruktur sudah terkoneksi. Ada jalan tol, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati yang menjadi pintu gerbang investasi,” katanya.
Beberapa proyek yang ditawarkan pada WJIS 2025 antara lain:
- PJU Kota Bandung senilai Rp 1,175 triliun dalam program Bandung Caang Utama dengan 48.470 lampu hemat energi.
- PJU Pangandaran Rp 68 miliar untuk mendukung keamanan wisata.
- LRT Bojongsoang–Tegalluar senilai Rp 16 triliun sebagai solusi transportasi massal modern di Bandung Raya.
Dari sektor agribisnis, terdapat proyek SINTAS di Tasikmalaya (Rp 12,14 miliar) yang mengembangkan industri gula aren, Pertanian Organik Terintegrasi di Sumedang (Rp 139,8 miliar), Pabrik Tepung Jagung “Jaguarmill” di Garut (Rp 191,2 miliar), dan Pabrik Pakan Silase (Rp 189 miliar).
Selain itu, ada proyek Zero Waste Mangosteen Factory di Purwakarta (Rp 76,8 miliar), TOD Pondok Cina Co-Working Space di Depok (Rp 7,94 miliar), serta pengembangan kawasan BIJB Kertajati yang mencakup Aerospace Park (Rp 2,63 triliun), E-Commerce Hub (Rp 1,35 triliun), dan Mixed Use Commercial Area (Rp 1,54 triliun).
Untuk sektor energi, proyek yang ditawarkan antara lain pembangunan pipa distribusi gas Indramayu–Bandung (Rp 820 miliar), eksplorasi gas Subang (Rp 246 miliar), akuisisi lima PLTM (Rp 88 miliar), dan pembangunan CNG Mother Station di Subang (Rp 75 miliar).







