Punden Berundak 20 Meter di Situs Cibalay Bogor Perkuat Jejak Peradaban Sunda
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Rab, 24 Des 2025

Jabarin – Temuan struktur punden berundak setinggi sekitar 20 meter di Situs Cibalay, Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, memperkuat jejak peradaban awal masyarakat Sunda. Struktur bertingkat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini diduga menjadi bentuk awal arsitektur sakral yang berkembang jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha di Tanah Sunda.
Temuan tersebut diungkap Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat melalui kegiatan pendataan dan inventarisasi cagar budaya yang dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Hasil sementara menunjukkan punden berundak di Situs Cibalay tersusun atas tujuh hingga sepuluh teras, mencerminkan kemampuan teknis serta pengetahuan kosmologis masyarakat Sunda kuno.
Peneliti BPK Wilayah IX Jawa Barat menjelaskan bahwa punden berundak merupakan ciri utama tradisi megalitik yang banyak ditemukan di wilayah Sunda. Bangunan ini umumnya difungsikan sebagai ruang ritual pemujaan leluhur, yang secara konseptual menjadi dasar bagi perkembangan arsitektur candi pada masa-masa selanjutnya.
Selain struktur utama, tim juga mencatat puluhan titik lain di sekitar Situs Cibalay yang diduga memiliki nilai arkeologis. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kawasan lereng Gunung Salak sejak lama menjadi ruang penting bagi aktivitas spiritual dan budaya masyarakat Sunda masa lampau.
Situs Cibalay sendiri telah dikenal dalam tradisi lisan masyarakat setempat sebagai kawasan yang sakral. Temuan punden berundak berskala besar ini dinilai semakin menegaskan posisi Bogor sebagai bagian penting dari lanskap peradaban Sunda, dengan jejak sejarah yang terbentang jauh sebelum periode kerajaan-kerajaan klasik.
Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat menekankan pentingnya penelitian lanjutan serta pelindungan kawasan Situs Cibalay. Pelibatan masyarakat lokal juga dipandang krusial agar pelestarian warisan budaya Sunda dapat berjalan berkelanjutan.







