Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Headline » Renovasi Gedung Sate Picu Perdebatan, Wajah Baru Mulai Terlihat

Renovasi Gedung Sate Picu Perdebatan, Wajah Baru Mulai Terlihat

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025

Jabarin.id – Area depan Gedung Sate mulai menampakkan wujud baru setelah beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik. Pantauan pada Sabtu (29/11) sore menunjukkan sejumlah gapura putih bertingkat telah berdiri di sisi kiri dan kanan pintu utama. Warga yang melintas terlihat berhenti, memotret, atau sekadar duduk di halaman sambil mengamati perubahan yang masih terus dikerjakan.

Renovasi yang memanfaatkan anggaran sekitar Rp 3,9 miliar itu sebelumnya memicu respons luas di media sosial. Sebagian mempertanyakan relevansi anggaran, sebagian lain menyoroti gaya arsitekturnya. Perdebatan semakin mengemuka setelah beberapa media nasional membandingkan besaran anggaran dengan angka pengangguran di Jawa Barat, sebuah perbandingan yang dinilai banyak orang tidak tepat.

Di tengah riuh itu, diskusi soal selera seni ikut muncul. Ada yang menyebut gapura baru ini terinspirasi arsitektur candi bentar dari peninggalan Majapahit, sementara lainnya menilai bentuknya menyimpang dari karakter kolonial Gedung Sate. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan desain gapura merujuk pada gaya gerbang khas keraton Cirebon, bukan candi bentar Jawa Timur.

Secara kasatmata, gapura berundak dengan cat putih polos itu memang menjadi elemen paling dominan dalam perubahan kali ini. Susunan bata yang meruncing ke atas memberi nuansa seremonial, kontras dengan fasad Art Deco Gedung Sate yang tetap dipertahankan. Dari kejauhan, konstruksi baru itu tampak seperti penegasan pintu masuk yang lebih monumental.

Meski demikian, pengerjaan belum tuntas. Di beberapa titik, terutama pada gapura tambahan di area samping, terpal biru masih terpasang menutupi bagian yang belum selesai dibentuk. Pepohonan peneduh di sekitar pelataran juga tampak baru dipangkas untuk memberi jarak pandang ke struktur baru tersebut.

Renovasi gedung sate dalam progres. Tampak tenda biru masih menutupi gapura yang viral

Seorang pengunjung asal Cimahi yang ditemui di lokasi mengatakan cukup terkejut dengan perubahan cepat dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku belum bisa menilai apakah desain baru ini cocok dengan karakter Gedung Sate, namun menyebut pembaruan visualnya membuat area lebih ramai dari biasanya. Sementara itu, seorang pedagang minuman di halaman depan mengaku perubahan ini membuat jumlah orang yang datang untuk berfoto meningkat sejak dua hari terakhir.

Pemerintah provinsi menyatakan bahwa penataan ulang ini hanya menyasar area luar, bukan bangunan utama yang masuk kategori cagar budaya. Proses renovasi diklaim bertujuan memperbaiki pagar, gerbang, dan tata ruang luar yang dianggap sudah menua.

Meskipun sebagian masyarakat menerima pembaruan ini sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan ikon kota, polemik tetap mengiringi. Perdebatan mengenai prioritas anggaran, konsistensi identitas budaya, hingga relevansi proyek bagi kebutuhan publik belum menunjukkan tanda mereda.

Untuk saat ini, Gedung Sate tampil dengan wajah yang berbeda, sementara masyarakat masih menilai apakah perubahan itu memperkaya identitas Bandung atau justru menimbulkan jarak visual baru pada bangunan yang selama ini lekat dengan sejarah kota.

expand_less