Sejalan dengan Prabowo, Dedi Mulyadi Dorong “Gentengisasi” di Jawa Barat
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026

Jabarin – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, khususnya terkait penanganan sampah, penertiban baliho, dan program gentengisasi.
Pernyataan itu disampaikan Dedi di sela Rakornas yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa (2/2/2026), dan ditayangkan melalui kanal YouTube Kemendagri.
Menurut Dedi, isu sampah menjadi salah satu perhatian utama yang harus ditangani secara terintegrasi, mengingat Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
“Seluruh program berjalan dengan baik. Hari ini yang mendapat concern dan sambutan luar biasa adalah penyelesaian masalah sampah yang harus terintegrasi, karena Jawa Barat penduduknya 54 juta, sampah jadi problem,” kata Dedi.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar siap bergerak sejalan dengan arahan Presiden, termasuk dalam penataan ruang publik dan keindahan lingkungan sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Dedi mengaku selama ini sudah menaruh perhatian besar pada penertiban spanduk dan baliho serta perluasan ruang terbuka hijau, sehingga arahan Prabowo dinilainya selaras dengan langkah yang telah berjalan di Jawa Barat.
“Yang berikutnya yang saya sangat mendapat support adalah persoalan penataan keindahan, karena saya sangat konsen selama ini untuk membereskan spanduk, baliho, ruang terbuka hijau,” ujarnya.
Selain itu, Dedi menyatakan komitmennya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo, yakni mengganti atap seng dengan genteng atau material tradisional lain yang lebih estetis dan ramah lingkungan.
“Yang terakhir, ini yang menjadi concern saya selama ini, atap bangunan harus indah. Ada yang menggunakan genteng, ada ijuk, ada sirap, semuanya harus indah, tidak boleh menggunakan bahan seng,” katanya.
Ia berharap arahan Presiden dalam Rakornas dapat menyatukan semangat kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan program nasional tersebut.
Sebelumnya, dalam forum yang sama, Prabowo memperkenalkan proyek gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI. Ia menilai penggunaan seng sebagai atap rumah tidak ideal karena panas dan mudah berkarat.
“Seng ini panas untuk penghuni dan juga berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa pabrik genteng relatif terjangkau dan bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Bahkan, ia menyebut limbah batu bara dapat dicampur dengan tanah untuk menghasilkan genteng yang ringan dan kuat.
Prabowo berencana melibatkan Koperasi Merah Putih dengan melengkapi mereka pabrik pembuatan genteng sebagai bagian dari implementasi program tersebut.
“Gerakannya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kepala daerah berkomitmen memperindah wilayah masing-masing, mulai dari kota, kecamatan, hingga desa.
“Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah,” tutup Prabowo.







