Tiga Besar Kadispora Tangsel Diumumkan, HMB Soroti Aspek Non-Nilai
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Foto Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga HMB Jakarta, Arizal. (Dok: Ist/HMB)
Jabarin, Tangerang Selatan – Hasil seleksi calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memunculkan dinamika baru setelah data resmi panitia seleksi menunjukkan selisih nilai yang sangat tipis antar kandidat. Kondisi ini dinilai membuka ruang pertimbangan di luar aspek administratif dalam penentuan pejabat definitif.
Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Nomor 829/38-Pansel.JPT/2026, tiga besar calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan mencatat nilai yang berdekatan. Mukroni berada di peringkat pertama dengan nilai 78,06, disusul Ucok AH Siagian dengan 77,26, serta Budi Mulia dengan 71,81.
Selisih antara peringkat pertama dan kedua hanya terpaut 0,80 poin. Angka ini menjadi sorotan karena dianggap tidak mencerminkan jarak kompetensi yang signifikan.
Situasi tersebut kemudian mendapat respons dari HMB Jakarta. Mereka meminta Wali Kota Tangerang Selatan untuk tidak menjadikan nilai sebagai satu-satunya acuan dalam menentukan Kadispora.
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga HMB Jakarta, Arizal, menilai legitimasi publik dan komitmen kandidat harus menjadi faktor penentu. Ia menyoroti forum uji publik yang digelar KNPI sebagai indikator tambahan.
Dalam forum tersebut, hanya Ucok AH Siagian dan Budi Mulia yang hadir serta menandatangani pakta integritas di hadapan mahasiswa dan organisasi pemuda. Sementara kandidat lain disebut tidak hadir dalam forum tersebut.
“Selisihnya hanya 0,80 poin. Tapi keberanian dan komitmen di depan publik tidak bisa diukur dari angka,” ujar Arizal dalam keterangan tertulis, dikutip Jabarin Senin (13/4).
HMB Jakarta juga menilai pengalaman teknis dan kesiapan kerja harus menjadi pertimbangan penting. Mereka menekankan bahwa Dispora membutuhkan pemimpin yang siap bekerja tanpa fase adaptasi panjang.
Dengan selisih nilai yang tipis, keputusan akhir dinilai tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga mencerminkan keberpihakan pada aspek integritas, pengalaman, dan dukungan publik.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Pirmansyah

