Headline
light_mode
Beranda » Opini » Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

Opini Oleh: Septa Aditya Aslam S.H., M.H. (Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Politik Hukum dan Dinamika Digital & Praktisi Hukum)

Ketika Prabowo Subianto secara terbuka memerintahkan Jaksa Agung untuk mengejar “pengusaha dablek”, publik menangkapnya sebagai sinyal kuat. Istilah yang lugas itu merujuk pada pengusaha nakal, dari pengemplang pajak hingga perusak lingkungan, yang selama ini kerap dianggap sulit disentuh hukum.

Pernyataan tersebut bukan sekadar gaya komunikasi politik yang keras. Di dalamnya ada pesan yang jelas: negara ingin hadir lebih tegas, terutama dalam menghadapi kekuatan modal yang selama ini sering berada di atas angin.

Namun, di balik keberanian itu, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian. Instruksi tersebut secara otomatis menempatkan aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, di garis depan pertarungan yang tidak seimbang. Mereka berhadapan dengan kekuatan besar—baik dari sisi finansial, jaringan, maupun pengaruh politik.

Di sinilah persoalan mulai menjadi lebih kompleks.

Mengejar pelaku kejahatan kerah putih bukan perkara sederhana. Para “pengusaha dablek” ini tidak bekerja secara sembarangan. Mereka punya akses ke konsultan hukum kelas atas, memahami celah regulasi, dan sering kali memiliki jaringan yang luas hingga lintas negara.

Sementara itu, aparat penegak hukum bekerja dalam keterbatasan sebagai aparatur negara. Mereka dituntut cerdas, teliti, tahan tekanan, sekaligus tetap berintegritas. Ketimpangan ini nyata, dan jika tidak diantisipasi, bisa menjadi titik lemah dari ambisi besar penegakan hukum itu sendiri.

Karena itu, perintah keras saja tidak cukup.

Negara perlu memastikan bahwa mereka yang menjalankan perintah tersebut juga benar-benar siap, bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara kesejahteraan. Sebab pada akhirnya, integritas tidak berdiri di ruang hampa.

Sulit membayangkan seorang jaksa tetap tegak lurus ketika berhadapan dengan godaan suap bernilai fantastis, jika kebutuhan hidupnya sendiri tidak sepenuhnya terjamin. Di titik ini, kesejahteraan bukan lagi sekadar isu administratif, melainkan bagian dari strategi besar menjaga independensi hukum.

Peningkatan gaji, tunjangan risiko, hingga fasilitas kerja yang layak harus dilihat sebagai investasi. Semakin sejahtera aparat, semakin kecil ruang kompromi terhadap praktik korupsi.

Selain itu, ada aspek lain yang sering kali terabaikan: tekanan psikologis.

Menangani kasus besar bukan hanya soal dokumen dan persidangan. Ada intimidasi, ancaman, bahkan serangan di ruang digital. Dalam banyak kasus, tekanan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarganya.

Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) melihat bahwa di era digital, serangan terhadap penegak hukum semakin kompleks. Bukan hanya fisik, tetapi juga pembentukan opini publik untuk menjatuhkan kredibilitas aparat.

Karena itu, perlindungan harus diperluas.

Negara perlu hadir secara nyata ketika aparat menghadapi tekanan, baik melalui perlindungan hukum maupun keamanan. Tidak boleh ada jaksa yang merasa sendirian saat menjalankan tugas negara.

Di saat yang sama, dukungan kesehatan mental juga menjadi penting. Pendampingan psikologis bagi aparat yang menangani kasus berat harus menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar wacana. Tekanan yang terus-menerus tanpa dukungan bisa berdampak pada kualitas keputusan dan keberanian dalam bertindak.

Pada akhirnya, keberhasilan agenda besar ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras perintah disampaikan, tetapi seberapa serius negara membangun sistem pendukungnya.

ST Burhanuddin dan jajaran kejaksaan tentu siap menjalankan mandat tersebut. Namun, keberanian mereka akan jauh lebih kuat jika ditopang oleh sistem yang adil dan perlindungan yang nyata.

Langkah Presiden Prabowo untuk menargetkan para pelaku kejahatan ekonomi adalah awal yang penting. Tetapi, langkah itu baru akan benar-benar berdampak jika diiringi dengan perhatian serius pada mereka yang berada di garis depan.

Di situlah letak kunci sebenarnya: bukan hanya pada perintah yang tegas, tetapi pada keberanian negara untuk melindungi dan memperkuat aparatnya sendiri.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • foto menteri kebudayaan ri fadli zon

    Mulai Tahun Ini, 13 Juli Jadi Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 yang diserahkan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Jakarta, Senin (6/7). Fadli Zon mengatakan, penetapan hari peringatan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keberagaman kepercayaan yang hidup […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • ilustrasi Apk Nyari Gawe, aplikasi untuk mencari kerja di Jawa Barat. (dok: Ist)

    Aplikasi Nyari Gawe Jabar Catat 374 Ribu Pencari Kerja, 493 Sudah Diterima

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Aplikasi Nyari Gawe semakin banyak digunakan masyarakat Jawa Barat sebagai sarana mencari pekerjaan. Hingga 10 April 2026, tercatat sebanyak 374.567 pencari kerja telah terdaftar di platform tersebut. Dari jumlah itu, total lamaran kerja yang masuk mencapai 518.213. Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital untuk mengakses lowongan pekerjaan. Kepala […]

  • Polda Metro Dalami Laporan Insiden di SIP Pamulang, Keterangan Saksi Dikumpulkan

    Polda Metro Dalami Laporan Insiden di SIP Pamulang, Keterangan Saksi Dikumpulkan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Tangerang Selatan – Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang, Jumat (26/6/2026), terkait insiden yang terjadi pada 4 Juni 2026 lalu. Tim yang terdiri dari tujuh personel kepolisian melakukan identifikasi lokasi kejadian, mengumpulkan dokumentasi, serta meminta sejumlah keterangan untuk melengkapi proses penyelidikan atas laporan yang […]

  • Dedi Mulyadi Tekankan Kepemimpinan Autentik di Hadapan Pasis Sesko TNI

    Dedi Mulyadi Tekankan Kepemimpinan Autentik di Hadapan Pasis Sesko TNI

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVII Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Grha Widya Adibrata, Sesko TNI, Kota Bandung, Senin (6/4/2026). Dalam kuliah bertema kepemimpinan dan komunikasi publik itu, Dedi menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak dibangun atas pencitraan. Ia menyebut kebutuhan akan […]

  • GMKI Tangsel Gelar Konpercab Perdana, Ismail Tambunan dan Joseph Kumaat Terpilih Pimpin Cabang

    GMKI Tangsel Gelar Konpercab Perdana, Ismail Tambunan dan Joseph Kumaat Terpilih Pimpin Cabang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JABARIN.ID, TANGSEL – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Konferensi Cabang (Konpercab) ke-I sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat cabang. Agenda tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan GMKI Tangerang Selatan setelah resmi berstatus cabang definitif. Dalam Konpercab, peserta sidang menetapkan Ismail Tambunan sebagai Ketua Cabang dan Joseph William Jeffrey Kumaat sebagai […]

expand_less