Musrenbang Jabar 2026, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Dasar dan Infrastruktur
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

Foto Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam agenda Musrenbang Jabar 2027 di Bale Gede, Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (15/4). (Tangkapan Layar YouTube Bapeda Jabar)
Jabarin, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan Jabar 2027 akan tetap berfokus pada penguatan layanan dasar masyarakat. Sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Hal tersebut disampaikan Dedi usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026).
Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan seluruh masyarakat Jawa Barat dapat mengakses pendidikan hingga jenjang SMA dan SMK. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov menyiapkan dua langkah utama, yakni penambahan ruang kelas baru dan pemberian subsidi bagi siswa kurang mampu.
“Prioritas tetap di layanan kebutuhan dasar, yaitu mengoptimalkan layanan pendidikan agar seluruh masyarakat Jawa Barat bisa bersekolah sampai SMA dan SMK,” ujar Dedi.
Subsidi pendidikan akan diberikan baik untuk siswa di sekolah negeri maupun swasta. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, khususnya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sektor kesehatan, Pemprov Jabar menargetkan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan yang terjangkau. Bagi warga yang belum terdaftar dalam jaminan kesehatan nasional, pemerintah daerah akan menanggung biaya pengobatan melalui skema pembiayaan khusus.
“Yang belum terjamin tetapi kategori tidak mampu, nanti dibiayai oleh Pemprov dan Pemkab serta Pemkot,” kata Dedi.
Selain layanan dasar, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus pendukung pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan meningkatkan kualitas jalan, jaringan irigasi, serta penyediaan air bersih di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Pemprov Jabar juga mendorong pengembangan kawasan industri sebagai motor ekonomi daerah. Upaya ini akan diperkuat melalui pembangunan konektivitas, mulai dari jalan, tol, hingga akses ke pelabuhan.
Meski demikian, Dedi menegaskan pembangunan tetap harus berbasis pada kelestarian lingkungan. Ia meminta agar kawasan desa, pesisir, dan pegunungan tetap dijaga keberlanjutannya.
“Desa harus tetap asri, pesisir dan pegunungan harus terjaga, dengan akses transportasi yang memadai,” ujarnya.
Ia menambahkan, konektivitas antarwilayah menjadi kunci pemerataan pembangunan. Mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa di seluruh Jawa Barat harus saling terhubung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
- Penulis: Tim Redaksi

