Dedi Mulyadi Perluas Halaman Gedung Sate, Aksi Massa Tak Lagi Ganggu Lalu Lintas
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- print Cetak

Foto Gedung Sate, Bandung yang rencananya akan terhubung dengan halaman Gasibu. (dok: Jabarin/Psy)
Jabarin, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perluasan halaman Gedung Sate bertujuan memberi ruang lebih luas bagi aktivitas masyarakat tanpa mengganggu lalu lintas. Penataan ini sekaligus menjadi solusi atas kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Diponegoro.
Menurut Dedi, aktivitas seperti demonstrasi di depan Gedung Sate selama ini sering berdampak pada penutupan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan di salah satu jalur utama Kota Bandung.
Setelah penataan dilakukan, aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung di depan gedung pemerintahan tanpa harus mengganggu kendaraan. Arus lalu lintas nantinya akan dialihkan melalui jalur memutar ke arah depan Hotel Pullman.
“Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate,” ujar Dedi, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, kendaraan tidak lagi melintas tepat di depan Gedung Sate. Dengan skema ini, ruang depan gedung akan difungsikan lebih optimal sebagai area publik.
Selain untuk mendukung aktivitas masyarakat, perluasan halaman juga diarahkan untuk meningkatkan estetika kawasan. Tinggi halaman Gedung Sate akan disesuaikan dengan Lapangan Gasibu sehingga terlihat menyatu.
Dedi memastikan, penataan tidak akan menghilangkan elemen penting yang sudah ada. Termasuk batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari nilai historis kawasan.
“Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar,” kata Dedi.
Dengan penataan ini, Pemprov Jabar berharap kawasan Gedung Sate dapat berfungsi ganda sebagai pusat pemerintahan sekaligus ruang publik yang lebih tertib, luas, dan representatif.
- Penulis: Tim Redaksi

