Halaman Gedung Sate Diperluas, Lapangan Gasibu Jadi Satu Kawasan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

Bandung, Jabarin – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memperluas halaman Gedung Sate dengan mengintegrasikan Lapangan Gasibu menjadi satu kawasan terpadu. Proyek ini sekaligus akan mengubah struktur akses di sekitar Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, perluasan halaman Gedung Sate bertujuan menciptakan akses yang lebih tertata dan representatif sebagai pusat pemerintahan. Penataan ini juga mencakup rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.
“Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate terbangun dengan baik. Nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik,” ujar Dedi, Rabu (15/4/2026).
Melalui integrasi ini, ketinggian area Lapangan Gasibu akan disesuaikan dengan halaman Gedung Sate. Dengan demikian, kedua kawasan akan terlihat menyatu sebagai satu ruang terbuka besar.
Selain aspek estetika, penataan ini juga diarahkan untuk mengatasi dampak kemacetan akibat aktivitas di kawasan tersebut, termasuk saat aksi unjuk rasa. Dedi memastikan, kegiatan penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan tanpa mengganggu arus lalu lintas.
“Unjuk rasa boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas. Nantinya penataan membuat kawasan lebih tertib dan nyaman,” katanya.

Foto Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam agenda Musrenbang Jabar 2027 di Bale Gede, Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (15/4). (Tangkapan Layar YouTube Bappeda Jabar)
Dilansir dari MetroTvNews, Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Jabar, Winny Citra, menyebut penataan kawasan dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026. Anggaran sebesar Rp15,82 miliar telah disiapkan untuk proyek tersebut.
Ia menjelaskan, penataan dilakukan dengan mengembalikan poros utama Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Gasibu sebagai identitas pusat pemerintahan Jawa Barat. Kawasan ini juga dirancang menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan ramah pejalan kaki.
Total area yang akan ditata mencapai 14.642 meter persegi, dengan panjang koridor antara 97 hingga 144,24 meter. Desain kawasan akan mengedepankan konsep ruang terbuka hijau serta representasi nilai budaya Jawa Barat.
Integrasi ini diharapkan memperkuat fungsi Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan sekaligus ruang publik. Ke depan, halaman Gedung Sate tidak hanya digunakan untuk kegiatan administratif, tetapi juga berbagai aktivitas seremonial dan publik dalam satu kawasan terpadu.
- Penulis: Tim Redaksi

