Dedi Mulyadi Dorong Biogas Jadi Alternatif LPG di Tengah Kenaikan Harga
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

Jabarin, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif LPG di tengah kenaikan harga elpiji nonsubsidi. Ia menilai kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.
Menurut Dedi, biogas bisa dihasilkan dari pengolahan limbah organik seperti kotoran sapi. Sejumlah peternak di Kabupaten Bandung Barat bahkan telah memanfaatkan metode ini untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Bisa mengelola kotoran sapi jadi energi gas, sampah juga bisa jadi listrik,” ujar Dedi, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut, api dari kompor berbasis biogas cukup besar dan layak digunakan sebagai pengganti LPG. Selain biogas, masyarakat di wilayah perkampungan juga dapat memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif energi.
Sementara untuk masyarakat perkotaan, penggunaan kompor listrik dinilai bisa menjadi pilihan lain yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan.
“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan,” katanya.
Dedi meyakini masyarakat mampu beradaptasi dengan kondisi kenaikan harga energi melalui inovasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar.
Kenaikan harga LPG nonsubsidi sendiri mulai berlaku sejak 18 April 2026. Di Jawa Barat, harga elpiji 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung, sementara ukuran 5,5 kilogram menjadi Rp107.000 per tabung.
Meski demikian, harga elpiji subsidi 3 kilogram tetap tidak mengalami perubahan.
- Penulis: Tim Redaksi

