Pemprov Jabar Siap Bangun FK UIN Bandung, Mahasiswa Miskin Diminta Gratis
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- print Cetak

Jabarin, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan siap mendukung pembangunan Fakultas Kedokteran (FK) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Namun, dukungan tersebut disertai syarat tegas: mahasiswa dari keluarga miskin di Jawa Barat harus bisa kuliah gratis.
Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58 UIN Bandung, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan, bantuan anggaran dari pemerintah daerah harus berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya bangun sekian miliar, tapi nanti mahasiswa Jawa Barat, anak-anak orang miskin di Jawa Barat kuliah di sini gratis kedokteran,” ujarnya di Aula Anwar Musaddad.
Menurut Dedi, kebijakan anggaran tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Ia menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama melalui akses pendidikan dan kesehatan.
Skema kuliah gratis tersebut dinilai menjadi bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan. Terlebih, pendidikan kedokteran selama ini dikenal memiliki biaya tinggi dan sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, Rektor Rosihon Anwar menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran. Lokasinya direncanakan berada di Kampus 2 UIN Bandung di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.
“Kita akan terus melakukan pengembangan, salah satunya membuka Fakultas Kedokteran. Ada lahan masih kosong di Kampus 2 UIN,” kata Rosihon.
Rencana pembangunan Fakultas Kedokteran ini sekaligus menjadi peluang bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Di sisi lain, dorongan dari Pemprov Jabar membuka kemungkinan hadirnya skema afirmasi bagi mahasiswa kurang mampu di bidang kedokteran.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Pirmansyah

