Rudy Susmanto Tekankan Peran Ide dalam Musrenbang RKPD 2027, Infrastruktur hingga Pendidikan Jadi Prioritas
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- print Cetak

Jabarin, Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa masa depan daerah ditentukan oleh kualitas ide dan gagasan yang disusun sejak hari ini. Hal itu disampaikannya saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah, Selasa (7/4/2026).
Rudy meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya fokus pada program rutin. Ia menekankan pentingnya respons cepat dalam menindaklanjuti program-program positif dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, berkomitmen melanjutkan program kerakyatan yang telah berjalan sejak 2025. Salah satu kebijakan utama yang akan dikawal hingga 2027 adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 100 persen bagi masyarakat dengan tagihan di bawah Rp100 ribu.
Di sektor kesehatan, Pemkab Bogor telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100 persen pada 2026. Capaian ini menjadi dasar penguatan layanan kesehatan bagi seluruh warga.
Sementara itu, di sektor pendidikan, pemerintah daerah menjamin akses belajar bagi masyarakat kurang mampu. Pembiayaan sekolah swasta disiapkan bagi siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri.
“Bagi pemerintah daerah, hak dasar masyarakat adalah kesehatan dan pendidikan. Kami memastikan biaya masuk dan SPP sekolah swasta ditanggung pemerintah bagi warga kategori desil 1 dan 2,” ujar Rudy.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran lebih dari Rp300 miliar untuk pemerataan jalan. Pembangunan difokuskan di wilayah Rumpin, Parung Panjang, Gunung Sindur, Sukajaya, hingga Nanggung.
Proyek prioritas saat ini mencakup penuntasan jalan sepanjang 18 kilometer di Desa Malasari dan Cijeruk. Selain itu, pembangunan koneksi jalan sepanjang 10 kilometer dari Transyogi menuju Desa Sukaresmi juga tengah berjalan.
Untuk mengatasi kemacetan di Bogor Barat, pemerintah mulai membebaskan lahan jalur Rancabungur–Leuwiliang dengan anggaran Rp50 miliar. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat.
Pemkab Bogor juga menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk tahap appraisal dan pembangunan jalan khusus tambang. Proyek ini menjadi solusi jangka panjang atas konflik angkutan tambang.
Selain infrastruktur jalan, dua proyek besar turut menjadi sorotan. Pemkab Bogor menjalin kerja sama internasional dengan investor asal China untuk mengolah sampah di TPA Galuga menjadi energi listrik.
Tak hanya itu, Kecamatan Rancabungur juga diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan sport center terbesar di dunia. Fasilitas olahraga tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 750 hektare.
- Penulis: Tim Redaksi

