Minggu, 8 Mar 2026
light_mode
Beranda » Lingkungan » Ujicoba Berhasil, Dedi Mulyadi Gaspol Kerja Sama dengan Bobibos Olah Jerami Jadi Bahan Bakar

Ujicoba Berhasil, Dedi Mulyadi Gaspol Kerja Sama dengan Bobibos Olah Jerami Jadi Bahan Bakar

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025

Jabarin.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan uji coba pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin traktor di sawah miliknya di Lembur Pakuan, Desa Sukadaya, Kabupaten Subang. Uji coba tersebut menunjukkan hasil positif, di mana mesin traktor dapat beroperasi menggunakan bahan bakar berbasis jerami hasil inovasi Bobibos.

Dalam kegiatan itu, Dedi ditemui langsung oleh owner Bobibos yang didampingi anggota DPR RI, Mulyadi. Setelah menyaksikan uji coba berjalan lancar, Dedi langsung mengajak pemilik Bobibos berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan kerja sama awal.

“Ini kita lanjutkan. Mesin dan teknologinya dari Bobibos, biaya produksinya dari sendiri, dari pribadi” ujar Dedi seperti dilihat dari video yang diunggah di Instagramnya, Rabu (12/11/2025).

Kerja sama ini dilakukan secara pribadi, bukan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedi menjelaskan, langkah tersebut diambil agar proses pengembangan bisa berjalan cepat tanpa terhambat urusan birokrasi.

“Kalau nunggu kerja sama pemerintah, nanti lama. Banyak aturan dan administrasi. Jadi ini saya jalanin dulu secara pribadi di Lembur Pakuan,” katanya.

Dedi yang memiliki lahan sawah cukup luas di kampung halamannya menilai, jerami hasil panen di wilayahnya bisa diolah menjadi bahan bakar nabati bernilai tinggi. Ia berencana melibatkan warga sekitar untuk memproduksi bahan bakar berbasis limbah jerami.

“Dua minggu lagi panen. Begitu panen, jerami itu nggak usah dibuang. Kita langsung kerja sama dengan warga buat dijadikan bahan bakar,” tuturnya.

Bobibos sendiri dikenal sebagai inovasi bahan bakar nabati hasil pengolahan jerami yang diklaim memiliki angka oktan tinggi dan ramah lingkungan. Kolaborasi dengan Dedi Mulyadi di Subang menjadi salah satu langkah awal penerapan teknologi ini di tingkat desa.

Dedi berharap inisiatif tersebut bisa memberi manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mengurangi limbah pertanian di pedesaan.

“Kalau berhasil, petani bukan cuma hasilkan padi, tapi juga energi,” tambahnya.

 

 

expand_less