1,4 Juta H Kawasan Hijau Beralih Fungsi, KDM Sebut Jawa Barat jadi Market Bencana
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Rab, 19 Nov 2025

Jabarin.id – Dedi Mulyadi menyampaikan Provinsi Jawa Barat menghadapi risiko bencana tinggi karena alih fungsi lahan yang masif. Sekitar 1,4 juta hektare kawasan hijau hilang, termasuk permukiman dan pabrik yang berdiri di sempadan sungai, menjadikan Jabar seperti “market bencana”.
Menurut Dedi, hilangnya ruang terbuka menghilangkan jalur alami air untuk mengalir, menambah kerentanan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi. Kondisi ini terlihat jelas di Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, di mana sedimentasi meningkat sementara ruang pembuangan lumpur berkurang drastis.
“Inilah yang menjadikan Jawa Barat seperti market bencana. Ruang untuk lari dari bencana tidak ada, ini yang harus segera kita perbaiki,” kata Dedi pada Selasa, 18 November 2025.
Untuk mengantisipasi puncak musim hujan pada Desember 2025–Januari 2026, Pemprov Jabar akan menertibkan bangunan yang berdiri di lahan tidak sesuai peruntukan. Selain itu, pemerintah berencana mengembalikan fungsi ekologis tanah negara, serta melakukan pengerukan danau-danau besar agar kembali mampu menampung air dan menekan risiko banjir.
“Setiap danau akan kami keruk kembali. Air hari ini tidak punya tempat berlari. Kita harus kembalikan ruang-ruang air itu,” tegas Gubernur Dedi Mulyadi.
Langkah-langkah ini bagian dari komitmen Pemprov Jabar untuk menata kembali tata ruang dan kawasan hijau, sekaligus mencegah bencana yang lebih parah di masa mendatang.







