Wahidin Halim Janji Kawal Polemik SIP Pamulang, Orang Tua Siswa Keluhkan Dampak Insiden 4 Juni
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- print Cetak

Jabarin, Tangerang Selatan – Anggota DPR RI Komisi VIII, Wahidin Halim, menyatakan siap mengawal polemik yang melibatkan Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang dan UIN Jakarta setelah menerima aspirasi dari guru serta orang tua siswa.
Pernyataan itu disampaikan Wahidin saat menghadiri kegiatan Dialog dan Dengar Aspirasi yang digelar Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah itu dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari guru, orang tua siswa SIP Pamulang, serta guru TK Ketilang, Ciputat Timur.
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi guru dan wali murid untuk menyampaikan aspirasi terkait peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah pada 4 Juni 2026 lalu.
“Kami menghadirkan Bapak Wahidin Halim untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa yang terjadi di SIP Pamulang beberapa waktu lalu,” ujar Ilham.
Dalam dialog tersebut, salah seorang wali murid SD Islam Pembangunan, Johan Aristya Lesmana, meminta perhatian Wahidin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Johan, sejumlah siswa mengalami ketakutan setelah insiden tersebut.
“Anak-anak kami trauma, bahkan esok harinya meminta untuk tidak masuk sekolah karena ketakutan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait polemik tersebut.
Aspirasi serupa disampaikan sejumlah guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menanggapi keluhan para orang tua dan guru, Wahidin Halim menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh terganggu oleh persoalan lain di luar kegiatan belajar mengajar.
“Pendidikan tidak boleh diganggu. Negara sangat terbantu oleh masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan seperti SIP ini,” kata Wahidin.
Mantan Gubernur Banten itu juga berjanji akan mengawal persoalan tersebut bersama pihak sekolah dan orang tua siswa.
“Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Saya akan menyampaikan hal ini kepada Kementerian Agama dalam rapat koordinasi di DPR,” ujarnya.
Polemik SIP Pamulang dan UIN Jakarta
Peristiwa yang disinggung para orang tua siswa merujuk pada insiden yang terjadi di lingkungan TK dan SD Islam Pembangunan Pamulang pada 4 Juni 2026. Saat itu sempat terjadi ketegangan dan aksi saling dorong antara sejumlah pihak di area sekolah.
Polemik tersebut berkaitan dengan sengketa pengelolaan yayasan dan aset pendidikan yang hingga kini masih diperdebatkan oleh kedua belah pihak.
Pihak UIN Jakarta menyatakan kedatangan rombongan mereka ke lokasi sekolah bertujuan melakukan visitasi dan sosialisasi terkait perubahan kepengurusan yayasan serta implementasi kebijakan integrasi satuan pendidikan ke dalam tata kelola UIN Jakarta.
Sementara itu, Yayasan Syarif Hidayatullah menilai persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang saat ini masih berjalan di sejumlah lembaga peradilan.
Hingga kini, kedua pihak masih mempertahankan argumentasi dan dasar hukum masing-masing terkait pengelolaan satuan pendidikan tersebut.
Di akhir kegiatan, Wahidin Halim mengajak seluruh peserta berdoa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Para orang tua dan guru berharap persoalan yang terjadi dapat segera menemukan solusi sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.
- Penulis: Tim Redaksi
