Headline
light_mode
Beranda » Budaya dan Sosial » Diminta Klarifikasi Kasus KUR, Pejabat BRI Pamulang Kirim Pesan Soal Pencemaran Nama Baik

Diminta Klarifikasi Kasus KUR, Pejabat BRI Pamulang Kirim Pesan Soal Pencemaran Nama Baik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • print Cetak

Jabarin, Tangerang Selatan – Upaya konfirmasi terkait dugaan persoalan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Serua, Ciputat, belum membuahkan penjelasan resmi dari pihak bank.

Di tengah proses peliputan yang masih berlangsung, wartawan menerima pesan dari seorang pejabat BRI yang menyinggung kemungkinan adanya pemberitaan yang dianggap tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan pencemaran nama baik.

Kasus ini bermula dari laporan keluarga nasabah berinisial L yang mengaku mengalami persoalan terkait pinjaman KUR dengan agunan Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah.

Menurut keluarga, pinjaman pertama sebesar Rp20 juta pada 2019 telah dilunasi. Namun pada pinjaman berikutnya sebesar Rp30 juta yang diajukan pada 2024, usaha yang dijalankan mengalami kendala sehingga pembayaran kredit macet dan agunan disebut terancam dilelang.

Yanti (40), salah satu anggota keluarga nasabah, mengaku heran karena pinjaman KUR umumnya dikenal sebagai program pembiayaan yang tidak mensyaratkan agunan tambahan untuk nominal tertentu.

Pernyataan serupa sebelumnya disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Fadly Afriyadi.

Dalam pesan WhatsApp yang diterima Redaksi pada 18 Mei 2026, Fadly menyatakan pinjaman KUR tidak seharusnya menggunakan jaminan tambahan.

“Gak boleh. Musti segera dikembalikan. Kalau BRI tidak mau mengembalikan sertifikatnya, silakan laporkan ke Ombudsman,” tulisnya.

Jabarin telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak BRI terkait sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme pinjaman, penggunaan agunan, serta dugaan kejanggalan yang disampaikan keluarga nasabah.

Namun hingga berita ini ditulis, jawaban atas substansi pertanyaan tersebut belum diperoleh.

Dalam salah satu percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, Kepala Unit BRI Pamulang berinisial RCS hanya menyampaikan pesan yang diduga sebagai bentuk intimidasi kerja-kerja jurnalis.

“Postingan bapak sudah dipelajari ya, publikasi tanpa ada dasar dan berpotensi berita palsu pencemaran nama baik, nanti akan diinfokan ya pak.”

Ketika diminta menjelaskan lebih lanjut mengenai poin-poin yang dipersoalkan dalam pemberitaan, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban, dan menyatakan akan menjelaskan saat pertemuan langsung.

Hingga Sabtu (27/6/2026), upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan redaksi juga belum memperoleh tanggapan substantif dari pihak terkait.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • Polisi Amankan 20 Pemburu Usai Bocah Tewas Diduga Diserang Anjing Saat Nganjingan di Jasinga

    Polisi Amankan 20 Pemburu Usai Bocah Tewas Diduga Diserang Anjing Saat Nganjingan di Jasinga

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Bogor – Kepolisian masih mendalami kasus tewasnya seorang bocah berusia sekitar 9 tahun yang diduga menjadi korban serangan anjing pemburu saat aktivitas perburuan babi hutan atau nganjingan di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (7/6/2026). Dilansir dari Bogor24Jam, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung menuju lokasi […]

  • Keadilan di Era Layar Sentuh: Dari “No Viral, No Justice” ke Tantangan Sistem Hukum

    Keadilan di Era Layar Sentuh: Dari “No Viral, No Justice” ke Tantangan Sistem Hukum

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Septa Aditya Aslam (Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Politik Hukum dan Dinamika Digital & Praktisi Hukum) Rutinitas masyarakat hari ini nyaris selalu dimulai dari layar ponsel. Informasi datang lebih cepat dari sebelumnya, termasuk cerita tentang ketidakadilan. Dalam hitungan jam, sebuah video bisa menyebar luas, memicu kemarahan publik, […]

  • dok: polda jabar

    Lansia di Sukabumi Ditangkap, Diduga Cabuli Perempuan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Sukabumi – Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap seorang pria lanjut usia berinisial US (65). Ia diduga melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan penyandang disabilitas di Desa Parungseah, Kabupaten Sukabumi. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan. Dari hasil sementara, perbuatan itu diduga baru terjadi satu kali. Peristiwa tersebut […]

  • Foto rumah salah satu warga Kota Tangsel yang selesai dibedah oleh Pemkot Tangsel melalui Dinas Pekimta. (Dok: Istimewa)

    Program RUTLH 2026 Tercapai 100 Persen, 329 Rumah Warga Tangsel Kini Lebih Layak Huni

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JABARIN, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) menuntaskan program perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 329 unit rumah berhasil diperbaiki dan tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Program bedah rumah ini menjadi salah satu upaya Pemkot […]

  • Musyawarah pembentukan pengurus Mitra Cai Tarunajaya, Kabupaten Tasikmalaya menetapkan Agus Syarifudin sebagai ketua, Kamis (30/4). (Dok: Ist)

    Pimpin Mitra Cai Tarunajaya, Agus Syarifudin Siap Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Tasikmalaya – Agus Syarifudin resmi terpilih sebagai Ketua Mitra Cai Desa Tarunajaya periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah pembentukan kepengurusan yang digelar di kantor Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026). Pemilihan berlangsung dengan dukungan penuh dari kelompok tani, yang menilai Agus sebagai figur yang mampu menggerakkan pengelolaan air untuk kepentingan […]

  • Cerita Dedi Mulyadi Menikah Sederhana, Kini Imbau Generasi Muda Tak Paksakan Pesta Mewah

    Cerita Dedi Mulyadi Menikah Sederhana, Kini Imbau Generasi Muda Tak Paksakan Pesta Mewah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Pengalaman pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat menikah sederhana menjadi dasar lahirnya imbauan agar generasi muda tidak memaksakan pesta pernikahan mewah. Ia bahkan berencana menerbitkan surat edaran untuk menekan budaya gengsi yang dinilai membebani ekonomi keluarga. Cerita itu disampaikan Dedi saat menghadiri Dies Natalis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, […]

expand_less