Polda Metro Dalami Laporan Insiden di SIP Pamulang, Keterangan Saksi Dikumpulkan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Jabarin, Tangerang Selatan – Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang, Jumat (26/6/2026), terkait insiden yang terjadi pada 4 Juni 2026 lalu.
Tim yang terdiri dari tujuh personel kepolisian melakukan identifikasi lokasi kejadian, mengumpulkan dokumentasi, serta meminta sejumlah keterangan untuk melengkapi proses penyelidikan atas laporan yang telah diterima.
Salah satu anggota tim di lapangan mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memperjelas kronologi peristiwa yang dilaporkan.
“Kami mendatangi lokasi kejadian peristiwa yang terjadi pada 4 Juni kemarin agar lebih tepat dalam memahami kejadian dan melengkapi berkas laporan yang diterima,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga didampingi tim keamanan internal sekolah. Sejumlah data pendukung, termasuk rekaman CCTV, disebut turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Kuasa hukum pihak yayasan, Maulana Yusuf Habiby, mengatakan olah TKP merupakan bagian dari proses penanganan laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian.
“Olah TKP menjadi syarat penting terhadap laporan yang kami sampaikan mewakili klien. Kedatangan tim kepolisian diharapkan dapat memperjelas bagaimana peristiwa saat itu terjadi,” kata Yusuf.
Menurut dia, sejumlah saksi yang mengetahui langsung kejadian pada 4 Juni juga hadir saat proses olah TKP berlangsung.
Yusuf mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilainya telah mengumpulkan berbagai data dan keterangan yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali dan lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang aman dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dukungan yang sebelumnya disampaikan anggota DPR RI, Wahidin Halim, terhadap upaya penyelesaian persoalan tersebut.
“Support dari Bapak Wahidin Halim sangat melegakan dan meringankan langkah kami. Bahkan hal tersebut sudah disampaikan dalam rapat resmi DPR,” kata Yusuf.
Sebagai informasi, insiden yang terjadi pada 4 Juni 2026 di lingkungan SIP Pamulang menjadi sorotan publik setelah memicu polemik antara pihak sekolah dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kedua pihak memiliki penjelasan berbeda mengenai latar belakang kejadian tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan terbaru dari pihak UIN Jakarta terkait pelaksanaan olah TKP yang dilakukan Polda Metro Jaya.
Jabarin akan terus mengupayakan konfirmasi dan memuat penjelasan seluruh pihak secara proporsional sesuai Kode Etik Jurnalistik.
- Penulis: Tim Redaksi
