Siapa Pengembang Aplikasi SPMB Jabar 2026? Anggaran dan Vendor Masih Jadi Tanda Tanya
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- print Cetak

Siapa Pengembang Aplikasi SPMB Jabar 2026? Anggaran dan Vendor Masih Jadi Tanda Tanya (Tangkap layar laman spmb.jabarprov.go.id/)
Jabarin, Bandung – Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat (Jabar) 2026 belum mereda. Di tengah gelombang keluhan masyarakat terkait gangguan sistem, muncul pertanyaan baru yang mulai ramai diperbincangkan: siapa pihak yang mengembangkan aplikasi SPMB dan berapa anggaran yang digunakan untuk membangunnya?
Sorotan publik menguat setelah Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat dinonaktifkan sementara menyusul berbagai persoalan teknis yang terjadi selama tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Sejak awal pelaksanaan, sejumlah orang tua mengaku mengalami kendala saat mengakses sistem. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari akun yang belum terverifikasi, kesulitan login, hingga data peserta yang disebut tidak terbaca dalam sistem.
Situasi tersebut bahkan membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menerima pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB 2026.
Dalam keterangannya, Dedi menyinggung tata kelola pengembangan aplikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, aplikasi pelayanan publik seharusnya dibangun atau setidaknya terintegrasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Ketentuan gubernur seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh dinas teknis. Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo,” kata Dedi.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar dinonaktifkan sementara. Pengelolaan teknis sistem SPMB kemudian dialihkan ke Diskominfo Jawa Barat sebagai bagian dari proses evaluasi.
Namun di tengah evaluasi yang berlangsung, publik masih belum mendapatkan penjelasan mengenai siapa pengembang aplikasi SPMB 2026, bagaimana proses pengadaannya dilakukan, serta berapa nilai anggaran yang digunakan untuk membangun dan mengoperasikan sistem tersebut.
Padahal, sebelum pelaksanaan SPMB dimulai, Dinas Pendidikan Jawa Barat sempat menggelar uji coba aplikasi dari Command Center Tikomdik dengan melibatkan perwakilan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Uji coba itu disebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem sebelum digunakan oleh masyarakat.
Portal resmi SPMB Jawa Barat juga menyebut sistem penerimaan murid baru diselenggarakan dengan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel serta terintegrasi dengan ekosistem layanan digital Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Meski demikian, hingga artikel ini diterbitkan, Jabarin belum menemukan informasi terbuka yang menjelaskan identitas pengembang aplikasi, nilai kontrak pengembangan sistem, sumber pendanaan, maupun mekanisme pengadaan yang digunakan.
Penelusuran terhadap dokumen pengadaan dan data anggaran masih terus dilakukan. Jabarin juga berupaya meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan yang lebih lengkap mengenai pembangunan dan pengelolaan aplikasi SPMB Jawa Barat 2026.
Mengingat sistem tersebut digunakan dalam layanan pendidikan yang menyangkut ratusan ribu calon murid di Jawa Barat, keterbukaan informasi mengenai pengembang, anggaran, dan proses pengadaan menjadi bagian dari kepentingan publik yang patut mendapat perhatian.
Jabarin akan memuat klarifikasi, penjelasan, maupun hak jawab dari seluruh pihak terkait secara proporsional sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik.
- Penulis: Tim Redaksi
