Sekolah Islam Pembangunan Pamulang Dipasangi Kawat Berduri, YSH Sebut Ada Pengambilalihan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- print Cetak

JABARIN.ID, TANGSEL – Gerbang Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang dipasangi kawat berduri di tengah polemik pengelolaan TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP).
Video kondisi gerbang tersebut beredar dan memperlihatkan sejumlah orang berada di dalam area sekolah. Perekam seorang perempuan yang mengaku sebagai wali murid terdengar mempertanyakan kondisi tersebut.
“Anak saya mau sekolah, kok gerbangnya dikawat?” ujarnya dalam video.
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta (YSH), Ilham Aufa, menyebut sekelompok orang datang ke area sekolah pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut Aufa, kelompok tersebut kemudian menguasai area sekolah. YSH menyebut tindakan itu sebagai pengambilalihan sekolah.
Polemik ini berkaitan dengan sengketa pengelolaan aset dan satuan pendidikan SIP Pamulang yang telah berlangsung sebelumnya.
Di sisi lain, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan langkah yang dilakukan merupakan alih kelola TKIP dan SDIP Pamulang, bukan semata-mata penguasaan aset.
Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta, Zaenal Muttaqin, mengatakan alih kelola dilakukan untuk memastikan aset negara terlindungi sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap penyelenggaraan pendidikan.
UIN menyebut kawasan TKIP-SDIP memiliki tanah sekitar 8.000 meter persegi dan bangunan sekitar 3.000 meter persegi. Berdasarkan perkiraan harga tanah sekitar Rp20 juta per meter persegi, nilai tanah tersebut secara indikatif mencapai sekitar Rp160 miliar, belum termasuk bangunan dan fasilitas.
Menurutnya, langkah alih kelola tersebut bertujuan menyelamatkan aset negara, memastikan kepastian hukum penyelenggaraan pendidikan, serta melindungi keberlangsungan pendidikan siswa.
Sementara bagi orang tua murid, polemik tersebut kini berimbas pada persoalan yang lebih dekat, yakni kondisi sekolah dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Jabarin akan terus memantau perkembangan sengketa pengelolaan SIP Pamulang serta dampaknya terhadap siswa, guru dan orang tua.
- Penulis: Tim Redaksi
