Inkubator CMORE Tangsel Dampingi 32 UMKM, Perkuat Bisnis hingga Akses Pasar
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- print Cetak

TANGERANG SELATAN – Sebanyak 32 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpilih mengikuti Program Inkubasi Inkubator CMORE Kota Tangerang Selatan pada 2026. Program yang digagas melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ini memberikan pembinaan bertahap untuk memperkuat pengelolaan bisnis, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas akses pasar.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Program Inkubasi CMORE tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mendorong UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Proses program tahun ini dimulai pada April 2026 melalui publikasi dan pendaftaran calon peserta. Dari 95 pendaftar, sebanyak 32 peserta atau tenant lolos tahapan seleksi dan kurasi untuk mendapatkan fasilitasi pembinaan.
Rangkaian pendampingan diawali dengan bootcamp pada Juni 2026. Pada tahap ini, peserta mendapatkan penguatan dasar mengenai pola pikir kewirausahaan, pengembangan bisnis, kepemimpinan, potensi pasar, serta pengembangan produk.
Setelah mengikuti bootcamp, para tenant melanjutkan pembinaan melalui kegiatan coaching dan mentoring secara berkala. Pola pendampingan ini dirancang agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.

Dalam kegiatan coaching, Inkubator CMORE menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya D. Wim Prihanto, dosen kewirausahaan Universitas Multimedia Nusantara (UMN); Wisono, Ketua INOBITZ; Aniek Sri Handayani dari Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (PI2B) Institut Teknologi Indonesia (ITI); serta Rendy Karezky, Kepala Inkubator Dumping Kampus Umar Usman.
Materi yang diberikan mencakup digitalisasi UMKM, strategi bisnis dan pemasaran, pembukuan serta pengelolaan keuangan, proses produksi dan peningkatan kualitas produk, hingga penguatan merek atau branding.
Sementara itu, kegiatan mentoring dilakukan secara berkelompok sebanyak dua kali setiap bulan. Melalui pendampingan tersebut, tenant memperoleh ruang untuk membahas perkembangan usaha dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan.
Selain memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis, Inkubator CMORE juga mendorong peserta untuk memperluas jangkauan pemasaran. Para tenant diprioritaskan memperoleh kesempatan mengikuti bazar, pameran, dan kegiatan promosi yang difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan.
Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, berinteraksi langsung dengan konsumen, mengetahui respons pasar, sekaligus membangun jejaring usaha.
Tahap selanjutnya adalah business matching dan penguatan akses pasar yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk mempertemukan tenant dengan mitra potensial, baik dari sisi pemasaran, jejaring bisnis, maupun pembiayaan.
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan melalui Inkubator CMORE terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, lembaga pembiayaan, mitra pasar, dan dunia usaha.
Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi peserta untuk mengembangkan jaringan, memperkuat pemasaran, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing produk.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara bertahap, Inkubator CMORE menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah. Pelaku UMKM diharapkan semakin siap mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan teknologi digital, menjaga kualitas produk, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan berkomitmen melanjutkan fasilitasi pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan dan memperkuat perekonomian daerah. (ADV)
- Penulis: Tim Redaksi
