Program Ketarunaan Sekolah Maung di SMKN 3 Bogor Dibatalkan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- print Cetak

Jabarin, Bogor – SMKN 3 Bogor resmi membatalkan rencana penerapan konsep ketarunaan serta kegiatan outing class ke Kabupaten Kuningan yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada orang tua murid pada 17–18 Juni 2026.
Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi manajemen sekolah yang diterbitkan pada Senin (29/6/2026).
Pihak sekolah menjelaskan, program ketarunaan dan outing class semula dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter, kemandirian, serta kedisiplinan peserta didik agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan dunia industri.
Namun setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat dan orang tua siswa, sekolah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan kedua program tersebut.
“Keputusan ini diambil sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, serta komitmen sekolah dalam menerapkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan responsif terhadap masukan,” tulis manajemen SMKN 3 Bogor dalam keterangannya.
Pembatalan ini terjadi setelah muncul polemik di media sosial terkait rencana program tersebut.
Sebelumnya, beredar video pengaduan yang mengatasnamakan orang tua murid SMKN 3 Bogor. Dalam video tersebut, pelapor mempertanyakan sejumlah biaya yang disebut berkaitan dengan pengadaan seragam Maung dan kegiatan outing class ke Kuningan.
Video tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan menjadi perbincangan di media sosial.
SMKN 3 Bogor diketahui merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam program Sekolah Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2026.
Meski membatalkan program ketarunaan dan outing class, pihak sekolah menegaskan tetap berkomitmen menjalankan proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi peserta didik melalui program-program yang sesuai dengan ketentuan dan aspirasi masyarakat.
Dalam pernyataannya, sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II, Komite Sekolah, orang tua siswa, alumni, serta masyarakat yang telah memberikan perhatian dan masukan terhadap rencana program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SMKN 3 Bogor,” tulis pihak sekolah.
Pembatalan ini menambah daftar evaluasi pelaksanaan program pendidikan unggulan di Jawa Barat yang belakangan menjadi sorotan publik, terutama terkait komunikasi kebijakan dan keterlibatan orang tua dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.
- Penulis: Tim Redaksi
