Headline
light_mode
Beranda » Opini » Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

Opini Oleh: Septa Aditya Aslam S.H., M.H. (Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Politik Hukum dan Dinamika Digital & Praktisi Hukum)

Ketika Prabowo Subianto secara terbuka memerintahkan Jaksa Agung untuk mengejar “pengusaha dablek”, publik menangkapnya sebagai sinyal kuat. Istilah yang lugas itu merujuk pada pengusaha nakal, dari pengemplang pajak hingga perusak lingkungan, yang selama ini kerap dianggap sulit disentuh hukum.

Pernyataan tersebut bukan sekadar gaya komunikasi politik yang keras. Di dalamnya ada pesan yang jelas: negara ingin hadir lebih tegas, terutama dalam menghadapi kekuatan modal yang selama ini sering berada di atas angin.

Namun, di balik keberanian itu, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian. Instruksi tersebut secara otomatis menempatkan aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, di garis depan pertarungan yang tidak seimbang. Mereka berhadapan dengan kekuatan besar—baik dari sisi finansial, jaringan, maupun pengaruh politik.

Di sinilah persoalan mulai menjadi lebih kompleks.

Mengejar pelaku kejahatan kerah putih bukan perkara sederhana. Para “pengusaha dablek” ini tidak bekerja secara sembarangan. Mereka punya akses ke konsultan hukum kelas atas, memahami celah regulasi, dan sering kali memiliki jaringan yang luas hingga lintas negara.

Sementara itu, aparat penegak hukum bekerja dalam keterbatasan sebagai aparatur negara. Mereka dituntut cerdas, teliti, tahan tekanan, sekaligus tetap berintegritas. Ketimpangan ini nyata, dan jika tidak diantisipasi, bisa menjadi titik lemah dari ambisi besar penegakan hukum itu sendiri.

Karena itu, perintah keras saja tidak cukup.

Negara perlu memastikan bahwa mereka yang menjalankan perintah tersebut juga benar-benar siap, bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara kesejahteraan. Sebab pada akhirnya, integritas tidak berdiri di ruang hampa.

Sulit membayangkan seorang jaksa tetap tegak lurus ketika berhadapan dengan godaan suap bernilai fantastis, jika kebutuhan hidupnya sendiri tidak sepenuhnya terjamin. Di titik ini, kesejahteraan bukan lagi sekadar isu administratif, melainkan bagian dari strategi besar menjaga independensi hukum.

Peningkatan gaji, tunjangan risiko, hingga fasilitas kerja yang layak harus dilihat sebagai investasi. Semakin sejahtera aparat, semakin kecil ruang kompromi terhadap praktik korupsi.

Selain itu, ada aspek lain yang sering kali terabaikan: tekanan psikologis.

Menangani kasus besar bukan hanya soal dokumen dan persidangan. Ada intimidasi, ancaman, bahkan serangan di ruang digital. Dalam banyak kasus, tekanan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga keluarganya.

Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) melihat bahwa di era digital, serangan terhadap penegak hukum semakin kompleks. Bukan hanya fisik, tetapi juga pembentukan opini publik untuk menjatuhkan kredibilitas aparat.

Karena itu, perlindungan harus diperluas.

Negara perlu hadir secara nyata ketika aparat menghadapi tekanan, baik melalui perlindungan hukum maupun keamanan. Tidak boleh ada jaksa yang merasa sendirian saat menjalankan tugas negara.

Di saat yang sama, dukungan kesehatan mental juga menjadi penting. Pendampingan psikologis bagi aparat yang menangani kasus berat harus menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar wacana. Tekanan yang terus-menerus tanpa dukungan bisa berdampak pada kualitas keputusan dan keberanian dalam bertindak.

Pada akhirnya, keberhasilan agenda besar ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras perintah disampaikan, tetapi seberapa serius negara membangun sistem pendukungnya.

ST Burhanuddin dan jajaran kejaksaan tentu siap menjalankan mandat tersebut. Namun, keberanian mereka akan jauh lebih kuat jika ditopang oleh sistem yang adil dan perlindungan yang nyata.

Langkah Presiden Prabowo untuk menargetkan para pelaku kejahatan ekonomi adalah awal yang penting. Tetapi, langkah itu baru akan benar-benar berdampak jika diiringi dengan perhatian serius pada mereka yang berada di garis depan.

Di situlah letak kunci sebenarnya: bukan hanya pada perintah yang tegas, tetapi pada keberanian negara untuk melindungi dan memperkuat aparatnya sendiri.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • ilustrasi by canva

    Pemprov Jabar Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan, Tak Perlu KTP Pemilik Asli

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan kemudahan dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Mulai 6 April 2026, wajib pajak tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik pertama kendaraan saat membayar pajak tahunan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, masyarakat cukup membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta KTP pihak yang menguasai kendaraan. Kebijakan […]

  • Wagub Erwan Dukung Sophia Albeck Kenalkan Pariwisata Jabar ke Dunia

    Wagub Erwan Dukung Sophia Albeck Kenalkan Pariwisata Jabar ke Dunia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Sophia Rebecca Albeck yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Tourism World 2026 di China, Agustus mendatang. Keikutsertaan ini dinilai bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari strategi promosi pariwisata Jawa Barat ke tingkat global. Erwan menyebut, ajang internasional tersebut menjadi peluang […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Kolase foto Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (kiri) dan Wagub Kalbar (kanan). (Dok: Ist)

    Dedi Mulyadi Respons Santai Tantangan Wagub Kalbar: Tiap Daerah Punya Beban Berbeda

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Subang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons santai polemik perbandingan pembangunan infrastruktur antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat yang viral di media sosial. Ia memilih meredam perdebatan dan menegaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Polemik ini mencuat setelah pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang menyinggung perbandingan pembangunan jalan. Bahkan, […]

  • Foto Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (dok: Ist)

    Kemenkeu Siapkan 380 Formasi Bea Cukai untuk Lulusan SMA

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan membuka 380 lowongan kerja untuk lulusan SMA guna memperkuat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia mengatakan kebutuhan tenaga teknis di lapangan saat ini cukup mendesak, terutama untuk mendukung pengawasan dan pelayanan di sektor kepabeanan. “Rencananya dibuka sekitar 380 untuk lulusan SMA. Kebutuhan di lapangan […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

expand_less