Headline
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Fraksi Golkar Minta KDM Ga Perlu Tanggapi Kritik Karnaval Tatar Sunda dalam Paripurna

Fraksi Golkar Minta KDM Ga Perlu Tanggapi Kritik Karnaval Tatar Sunda dalam Paripurna

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

Jabarin, Bandung – Kritik Anggota DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf terhadap Karnaval Milangkala Tatar Sunda dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat mendapat respons dari Fraksi Golkar.

Permintaan itu disampaikan usai Maulana menyampaikan interupsi panjang terkait pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam agenda paripurna LKPJ, Senin, 11 Mei 2026.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat Yod Mintaraga menilai kritik tersebut tidak tepat disampaikan dalam forum paripurna LKPJ karena berada di luar agenda pembahasan sidang.

“Saya kira dalam semua kegiatan lembaga kedewanan kita punya tata tertib. Jadi seyogianya kita tertib terhadap semua kegiatan,” kata Yod dalam sidang paripurna.

Meski demikian, Yod mengaku tetap menghormati pandangan yang disampaikan Yusuf Maulana. Menurut dia, interupsi tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap jalannya pemerintahan di Jawa Barat.

“Saya sangat menghormati apa yang disampaikan rekan saya dari PKB. Itu sesuatu yang sungguh sangat luar biasa. Ada kepedulian terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Namun, ia menilai pembahasan terkait pelaksanaan Karnaval Milangkala Tatar Sunda sebaiknya dilakukan melalui forum tersendiri seperti rapat komisi atau rapat khusus DPRD.

“Kalau seandainya ada hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tadi yang disampaikan oleh saudara saya, kenapa tidak kita mengadakan paripurna atau rapat apa saja untuk meminta penjelasan tentang itu. Tidak di sini,” katanya.

Yod bahkan meminta agar Gubernur Jawa Barat tidak perlu menanggapi interupsi tersebut karena dinilai tidak berkaitan langsung dengan agenda paripurna LKPJ.

“Tapi saya mengusulkan saudara gubernur tidak untuk menanggapi pertanyaan itu karena paripurna ini bukan untuk itu,” ucapnya.

Pandangan serupa juga disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat. Ia meminta pembahasan lebih mendalam terkait isu tersebut dilakukan di tingkat komisi agar agenda paripurna tetap berjalan sesuai jadwal.

“Yang ingin pendalaman baiknya dilakukan di komisi saja sehingga kita bisa menyelesaikan agenda paripurna ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” kata Ahmad Hidayat.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PKB DPRD Jabar Maulana Yusuf mengkritik pelaksanaan Karnaval Milangkala Tatar Sunda yang dinilainya ahistoris dan tidak memiliki landasan sejarah yang utuh.

Dalam interupsinya, ia juga menyoroti transparansi anggaran kegiatan serta meminta pemerintah menghentikan rangkaian perayaan tersebut dan melibatkan ahli sejarah Sunda dalam penyusunan narasi sejarah Tatar Sunda.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • kantor samsat soekarno hatta, bandung

    Aduan Warga Viral, Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung –  Gubernur Jawa Barat menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta setelah muncul laporan warga terkait pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Laporan tersebut mencuat melalui video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang warga mengaku masih diminta menunjukkan KTP asli pemilik kendaraan saat hendak membayar pajak tahunan. Padahal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya […]

  • Jabar Ikut Disebut ‘Barbar’, Abu Janda alias Permadi Arya Dilaporkan ke Bareskrim

    Jabar Ikut Disebut ‘Barbar’, Abu Janda alias Permadi Arya Dilaporkan ke Bareskrim

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri usai pernyataannya yang diduga menyebut Jawa Barat dan Sumatera Barat sebagai daerah “barbar” viral di media sosial. Laporan tersebut dilayangkan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) pada Selasa, 26 Mei 2026. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Wakil Ketua […]

  • Sengketa Memanas, Yayasan Sebut UIN Datang Tanpa Pemberitahuan

    Sengketa Memanas, Yayasan Sebut UIN Datang Tanpa Pemberitahuan

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    Jabarin, Tangerang Selatan – Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta menyayangkan kedatangan rombongan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke lingkungan SD Islam Pembangunan (SDIP) dan TK Islam Pembangunan (TKIP) di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026). Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan rombongan yang datang ke lokasi tidak terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pihak yayasan. […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

    Ketegasan Mengejar “Pengusaha Dablek” dan Imperatif Kesejahteraan Penegak Hukum di Era Prabowo

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Oleh: Septa Aditya Aslam S.H., M.H. (Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Politik Hukum dan Dinamika Digital & Praktisi Hukum) Ketika Prabowo Subianto secara terbuka memerintahkan Jaksa Agung untuk mengejar “pengusaha dablek”, publik menangkapnya sebagai sinyal kuat. Istilah yang lugas itu merujuk pada pengusaha nakal, dari pengemplang pajak […]

expand_less