Langit Kota Mulai Lebih Rapi, Relokasi Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

Foto: Langit di atas Jalan WR Supratman, Kota Tangerang Selatan, tampak lebih lapang tanpa kabel udara yang sebelumnya semrawut. Penataan utilitas dilakukan melalui relokasi. (Dok: DSDABMBK TANGSEL/IST)
Tangerang Selatan, Jabarin – Wajah sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) perlahan berubah. Jika beberapa tahun lalu kabel telekomunikasi tampak semrawut menggantung di udara, kini pemandangan tersebut mulai berkurang seiring berjalannya program relokasi jaringan utilitas ke bawah tanah.
Perubahan itu terlihat di sejumlah koridor jalan, seperti Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya di Kecamatan Ciputat Timur. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi kabel udara kini terlihat lebih tertata, dengan ruang pandang yang lebih lapang dan lingkungan jalan yang lebih nyaman.
Penataan tersebut merupakan bagian dari program relokasi kabel utilitas telekomunikasi yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) sejak 2022.
Selain mendukung estetika kota, program ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempermudah proses pemeliharaan jaringan utilitas, serta menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan modern.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengatakan proses relokasi kabel membutuhkan waktu karena melibatkan banyak operator telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda-beda.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal tahun 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” kata Robby dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, pembangunan saluran bawah tanah atau ducting dilakukan oleh kontraktor yang ditunjuk APJATEL. Setelah jaringan baru dipastikan berfungsi normal, proses pemutusan kabel udara lama dilakukan secara bertahap. Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Robbi, pendekatan bertahap menjadi pilihan agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan selama proses migrasi jaringan berlangsung.
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu prosesnya dilakukan bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.

Hingga pertengahan 2026, program penataan utilitas telah menjangkau sedikitnya sembilan ruas jalan di Kota Tangerang Selatan melalui metode horizontal directional drilling (boring). Beberapa di antaranya adalah Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya masih berada dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pemasangan jaringan HDPE, penarikan kabel, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei dan perencanaan.
Robbi menilai keberhasilan penataan utilitas di beberapa koridor jalan menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para penyelenggara jaringan telekomunikasi dalam membangun kota yang lebih tertata.
Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya terlihat dari sisi visual, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas infrastruktur perkotaan.
“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen melanjutkan penataan jaringan utilitas di koridor-koridor jalan utama lainnya secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan memiliki tata ruang yang semakin baik.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya bisa dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” tutup Robbi.
- Penulis: Tim Redaksi
