Dosen dan Mahasiswa UNPAM Latih Pengurus Bank Sampah Sentosa Perkuat Komunikasi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- print Cetak

Jabarin, Tangsel – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Komunitas Bank Sampah Sentosa di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang Selatan, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan bertema “Penguatan Komunikasi Pengurus Bank Sampah: Komunikasi Lingkungan untuk Membangun Partisipasi, Kepedulian, dan Keberlanjutan” tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pengurus dalam mengedukasi masyarakat serta meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan itu, peserta berdiskusi mengenai tantangan pengelolaan bank sampah dan pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun kesadaran lingkungan.
Asrianto Asgaf menekankan bahwa bank sampah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengumpulkan dan memilah sampah, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang mampu mendorong keterlibatan masyarakat.
“Bank sampah bukan hanya tempat untuk mengumpulkan sampah, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi, kesadaran, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pengurus tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola sampah, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan warga secara baik, persuasif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Asrianto, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses komunikasi, bukan hanya menjadi penerima sosialisasi. Dengan memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan, pengurus dapat membangun rasa memiliki terhadap program bank sampah dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Dorong Pemanfaatan Media Sosial
Selain komunikasi langsung, kegiatan PKM tersebut membahas pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai aktivitas Bank Sampah Sentosa.
Dalam sesi materi, Muhammad Farras Razin menjelaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkenalkan kegiatan komunitas kepada masyarakat yang lebih luas.
“Media sosial bukan hanya tempat untuk mengunggah dokumentasi kegiatan, tetapi dapat menjadi ruang sosialisasi untuk memperkenalkan siapa Bank Sampah Sentosa, apa kegiatannya, bagaimana masyarakat dapat menjadi nasabah, dan apa manfaat yang bisa diperoleh warga,” kata Farras.
Ia mendorong pengurus memanfaatkan aktivitas sehari-hari sebagai bahan konten, mulai dari proses pemilahan dan penimbangan sampah, informasi jadwal pelayanan, hingga edukasi mengenai jenis sampah yang dapat disetorkan.
Menurutnya, konten tidak harus dibuat dengan cara yang rumit. Hal terpenting ialah konsistensi penyampaian informasi dan kesesuaian pesan dengan kebutuhan masyarakat.
Dokumentasi kegiatan juga dapat disertai narasi edukatif agar tidak sekadar menjadi arsip, tetapi mampu menjelaskan manfaat pengelolaan sampah dan mengajak warga untuk berpartisipasi.
Farras menambahkan, penggunaan bahasa sederhana dan visual yang menarik dapat membantu masyarakat memahami pesan lingkungan tanpa merasa digurui.
Mahasiswa Belajar dari Masyarakat
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNPAM, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan materi perkuliahan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Konsep komunikasi interpersonal, kelompok, persuasif, organisasi, dan digital dapat dipelajari melalui pengalaman berdiskusi serta memahami tantangan yang dihadapi pengurus bank sampah.
Kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya kemampuan mendengarkan, membangun kepercayaan, dan menyusun pesan sesuai karakter masyarakat dalam mendorong perubahan perilaku.
Asrianto berharap penguatan komunikasi tidak berhenti setelah kegiatan PKM selesai. Ia mendorong pengurus Bank Sampah Sentosa terus membangun komunikasi dengan warga dan memperluas jejaring kerja sama.
“Kita ingin penguatan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Harapannya, pengurus Bank Sampah Sentosa dapat terus mengembangkan komunikasi dengan masyarakat, membangun jejaring, dan mengajak semakin banyak warga untuk terlibat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa UNPAM berharap pengurus Bank Sampah Sentosa semakin mampu menjalankan peran sebagai komunikator lingkungan yang mengedukasi dan mengajak masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah.
Upaya ini menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dari keberlanjutan bank sampah, sehingga kegiatan pengelolaan sampah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat.
- Penulis: Tim Redaksi
