Menteri Agus Buka Mubes ke-6 Pujakesuma, Dorong Warga Ambil Peran di Program Ketahanan Pangan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Foto suasana saat pembukaan harlah dan mubes Pujakesuma di Aula Asrama Haji Jakarta. (Dok: Jabarin)
Jabarin, Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-6 Paguyuban Keluarga Besar Putra Jawa Kelahiran Sumatra (Pujakesuma) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam forum yang juga dirangkaikan dengan peringatan hari lahir organisasi tersebut, Agus meminta jajaran pengurus dan warga Pujakesuma memperkuat kolaborasi untuk mendukung program prioritas pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan.
Menurut Agus, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang besar untuk berkontribusi dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Saya minta seluruh pengurus membangun komunikasi dan kolaborasi untuk menyukseskan program-program Presiden, utamanya masalah ketahanan pangan,” kata Agus dalam sambutannya.
Agus mengatakan Kementerian Imipas memiliki kebutuhan pasokan bahan makanan bagi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang tersebar di berbagai daerah. Kebutuhan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi warga Pujakesuma yang bergerak di sektor pertanian, peternakan maupun usaha pangan lainnya.
Ia menyebut unit penyedia bahan makanan di lapas dan rutan memiliki kewajiban menyerap produk lokal, sehingga hasil produksi masyarakat berpotensi masuk dalam rantai pasok kebutuhan pemerintah.
“Produk yang dihasilkan warga Pujakesuma bisa diserap. Ini menjadi peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti pentingnya pelestarian budaya dan bahasa daerah di tengah perubahan sosial yang terjadi saat ini.
Menurut Dahnil, warga Pujakesuma yang lahir dan besar di Sumatra tetap perlu menjaga identitas budaya Jawa sebagai bagian dari kekayaan Indonesia.
“Menjadi Indonesia tidak berarti tercerabut dari identitas budaya. Justru keberagaman budaya menjadi kekuatan bangsa,” kata Dahnil.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah yang mulai ditinggalkan sebagian generasi muda. Selain itu, Dahnil mendorong agar pembangunan tetap memperhatikan keseimbangan dengan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Umum Pujakesuma Eko Sopianto menyampaikan organisasi yang berdiri sejak 1980 tersebut terus berupaya memperkuat kontribusi di bidang sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Mubes ke-6 Pujakesuma digelar untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menyusun arah organisasi ke depan. Forum tersebut dihadiri pengurus dan perwakilan warga Pujakesuma dari berbagai daerah di Indonesia.
- Penulis: Tim Redaksi
