Headline
light_mode
Beranda » Budaya dan Sosial » YSH Pertanyakan Langkah UIN Jakarta Bahas BMN Saat Sengketa Aset Berjalan

YSH Pertanyakan Langkah UIN Jakarta Bahas BMN Saat Sengketa Aset Berjalan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

Jabarin, Tangerang Selatan – Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) Jakarta mempertanyakan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Agama dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait pengelolaan dan pengamanan Barang Milik Negara (BMN).

FGD bertajuk “Pengelolaan dan Pengamanan BMN Kemenag cq. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” itu digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/9/2026), di salah satu hotel kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Persoalannya, menurut YSH, pembahasan mengenai pengamanan aset tersebut dilakukan ketika status hukum sejumlah aset yang dikaitkan dengan UIN Jakarta masih dipersoalkan di pengadilan.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Pembela Pendidikan YSH Jakarta, Wahid Pujianto, dalam konferensi pers di Gedung TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (8/9/2026).

Wahid mengatakan YSH tidak dilibatkan dalam FGD tersebut. Padahal, kata dia, yayasan masih bersengketa dengan UIN Jakarta terkait status dan pengelolaan sejumlah aset pendidikan, termasuk TKIP dan SDIP Pamulang.

“Dengan adanya putusan PTUN Jakarta tersebut, seluruh tindakan Kemenag dan UIN Jakarta yang menyatakan aset yayasan sebagai aset negara karena adanya penyerahan aset oleh pembina yayasan versi UIN Jakarta menjadi tidak berdasar,” kata Wahid.

Wahid merujuk pada Putusan PTUN Jakarta Nomor 9/G/2026/PTUN.Jkt yang menurut YSH membatalkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025.

Menurut Wahid, putusan tersebut menjadi salah satu alasan YSH mempertanyakan dasar hukum Kemenag dan UIN Jakarta menggelar FGD yang membahas pengelolaan serta pengamanan BMN.

“Proses banding di PTUN Jakarta tidak serta merta membuat KMA dapat dilaksanakan dan dijadikan dasar hukum untuk menarik posisi yayasan menjadi milik negara,” ujarnya.

YSH juga menyebut PTUN Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Menteri Agama menunda pelaksanaan KMA tersebut sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Atas dasar itu, Wahid menilai seharusnya seluruh pihak menunggu proses hukum selesai sebelum mengambil langkah yang berkaitan dengan aset yang masih disengketakan.

Selain mempersoalkan FGD, YSH membantah klaim bahwa aset TKIP dan SDIP Pamulang merupakan BMN.

Wahid menyebut aset sekolah tersebut berdiri di atas tanah dengan SHGB Nomor 7826 atas nama YSH seluas 7.377 meter persegi. Bangunan sekolah, kata dia, juga dibangun menggunakan dana yayasan.

“Kami meminta penjelasan apa dasar UIN Jakarta menyatakan aset yayasan sebagai BMN. Apakah ada satu rupiah uang negara digunakan untuk membangun sekolah yang dimiliki YSH? Jika ada, tolong ditunjukkan buktinya,” katanya.

Wahid menambahkan, persoalan aset tersebut juga masih berkaitan dengan proses hukum lain. YSH saat ini menggugat keabsahan Akta Nomor 05 Tahun 2026 yang dibuat Notaris Munyati Sulam melalui Pengadilan Negeri Depok dengan nomor perkara 220/Pdt.G/2026/PN.Dpk.

YSH juga mengaku telah melaporkan dugaan pemalsuan terkait akta tersebut ke Polda Metro Jaya.

Karena itu, YSH meminta Kemenag dan UIN Jakarta tidak mengambil langkah yang berpotensi memengaruhi status maupun pengelolaan aset sebelum seluruh proses hukum selesai.

“Kami meminta agar para pihak menunggu proses hukum yang masih berjalan terkait masalah ini hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,” ujar Wahid.

YSH juga meminta agar sengketa aset tidak kembali mengganggu kegiatan belajar mengajar di TKIP dan SDIP Pamulang.

Sementara itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masih dimintai tanggapan mengenai dasar hukum pelaksanaan FGD tersebut serta status aset TKIP dan SDIP Pamulang yang dipersoalkan YSH.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Dedi Mulyadi Warning Premanisme di Proyek PSEL Legok Nangka, Minta Aparat Kawal 24 Jam

    Dedi Mulyadi Warning Premanisme di Proyek PSEL Legok Nangka, Minta Aparat Kawal 24 Jam

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Kabupaten Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparat keamanan mengawal proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka. Ia mengingatkan agar proyek bernilai triliunan rupiah itu tidak terganggu oleh praktik pungutan liar atau pihak-pihak yang mencoba meminta “jatah” dari aktivitas proyek. Pernyataan itu disampaikan Dedi saat memberikan sambutan dalam kegiatan groundbreaking […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Jabarin
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • ilustrasi Apk Nyari Gawe, aplikasi untuk mencari kerja di Jawa Barat. (dok: Ist)

    Aplikasi Nyari Gawe Jabar Catat 374 Ribu Pencari Kerja, 493 Sudah Diterima

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Bandung – Aplikasi Nyari Gawe semakin banyak digunakan masyarakat Jawa Barat sebagai sarana mencari pekerjaan. Hingga 10 April 2026, tercatat sebanyak 374.567 pencari kerja telah terdaftar di platform tersebut. Dari jumlah itu, total lamaran kerja yang masuk mencapai 518.213. Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital untuk mengakses lowongan pekerjaan. Kepala […]

  • SMPN 2 Cikupa Gandeng Polsek Cikupa dan Alumni, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba

    SMPN 2 Cikupa Gandeng Polsek Cikupa dan Alumni, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jabarin, Tangerang – SMPN 2 Cikupa menggandeng Polsek Cikupa dan alumni sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada para pelajar. Kegiatan tersebut digelar di lingkungan sekolah pada Jumat, 12 Juni 2026. Sosialisasi menghadirkan Kanit Binmas Polsek Cikupa, Iptu Mahdi, SH, serta alumni SMPN 2 Cikupa angkatan 2016, Trio Anggara, SM, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti […]

  • Semarak HUT RI ke-81, RW 016 Komplek Garuda Teluknaga Gelar Donor Darah hingga Bazar UMKM

    Semarak HUT RI ke-81, RW 016 Komplek Garuda Teluknaga Gelar Donor Darah hingga Bazar UMKM

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JABARIN.ID, TANGERANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di lingkungan RW 016 Komplek Garuda, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, berlangsung meriah. Tak hanya menghadirkan berbagai perlombaan khas Agustusan, warga juga menggelar kegiatan sosial dan ekonomi berupa donor darah, cek kesehatan gratis, hingga bazar UMKM. Kegiatan bertajuk Semarak HUT RI ke-81 tersebut menjadi ajang […]

expand_less