Resah SDN Pakulonan 02 Digusur untuk Perluasan RSUD, Orangtua Siswa Datangi DPRD
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Jabarin, Tangerang Selatan – Kekhawatiran orangtua siswa SDN Pakulonan 02 terkait kabar sekolah mereka akan terdampak perluasan RSUD Serpong Utara dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan bersama Gema Kosgoro dan perwakilan wali murid, Kamis (23/7).
Usai RDPU, perwakilan orangtua siswa sekaligus ketua komite, Mia mengaku lega karena kabar penggabungan (merger) SDN Pakulonan 02 ternyata masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
Ketua Komisi II DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian mengatakan, RDPU tersebut merupakan kali kedua digelar karena adanya kekhawatiran warga terhadap keberlanjutan sekolah yang menampung ratusan siswa tersebut.
DPRD, kata Ricky, telah meminta Pemkot Tangsel melakukan kajian menyeluruh apabila rencana merger dilakukan, termasuk melihat dampak terhadap siswa, sekolah penerima, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Sementara itu, Ketua Gema Kosgoro Kota Tangerang Selatan Agus Syarifuddin menyoroti belum adanya penjelasan langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan Tangsel kepada warga terkait wacana tersebut.
Menurut Agus, pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi lebih dari sepekan lalu, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut.
Gema Kosgoro menegaskan pihaknya mendukung pengembangan RSUD Serpong Utara sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Namun, pembangunan fasilitas kesehatan dinilai tidak boleh mengorbankan fasilitas pendidikan sebagai bagian penting bagi masa depan anak-anak.
Sebelumnya, Pemkot Tangerang Selatan telah menyampaikan rencana perluasan RSUD Serpong Utara. Dalam sejumlah pemberitaan, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut SDN Pakulonan 02 akan direlokasi dan digabung dengan sekolah lain untuk mendukung pengembangan rumah sakit tersebut.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu kejelasan terkait mekanisme merger, lokasi belajar siswa setelah relokasi, kapasitas sekolah penerima, serta kajian resmi yang menjadi dasar rencana tersebut.
Hingga informasi ini dipublikasikan, Jabarin masih berupaya meminta tanggapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terkait rencana merger SDN Pakulonan 02 dan dampaknya terhadap siswa.
- Penulis: Tim Redaksi
